Fakta Sejarah Gerbong Jenazah Pakubuwono X, yang Dipesan Khusus dari Belanda Kini Jadi Tempat Tidur Gelandangan

Siapa yang tak kenal dengan kebesaran sosok raja Kasunanan Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono X, satu-satunya raja yang telah mempersiapkan prosesi kematiannya sendiri

Budi Arista Romadhoni
Senin, 20 November 2023 | 07:54 WIB
Fakta Sejarah Gerbong Jenazah Pakubuwono X, yang Dipesan Khusus dari Belanda Kini Jadi Tempat Tidur Gelandangan
Gerbong Jenazah milik Keraton Kasunanan Surakarta di Alun-alun kidul. [Suara.com/Ari Welianto]

Antusiasnya yang luar biasa pada perkembangan transportasi itulah yang membuat Pakubuwono X bercita-cita untuk membawa jenazahnya dengan kereta api. Gerbong jenazah itu telah dipesan olehnya sejak tahun 1909 yang kemudian baru jadi setahun setelahnya.

Gerbong jenazah itu dibawa langsung oleh Maskapai Kereta Api Hindia Belanda ke Semarang pada tahun 1915. Setelah 46 tahun bertahta, pada tanggal 22 Februari 1939, Pakubuwono X wafat, dan untuk pertama kalinya gerbong kereta jenazah itu digunakan.

Pada saat itu, gerbong kereta jenazah tersebut diberangkatkan dari Stasiun Balapan pada jalur 5 menuju stasiun Yogyakarta. Setelah turun dari stasiun, jenazah Pakubuwono dibawa ke makam raja-raja Mataram di daerah Imogiri menggunakan kereta kuda.

Itulah kali pertama dan terakhir gerbong tersebut difungsikan. Karena tak digunakan lagi, gerbong kereta jenazah itu dibiarkan berada di Balai Yasa Yogyakarta dan teronggok di tempat tersebut selama bertahun-tahun.

Baca Juga:Dipakai 3 Capres, Batik Parang Keraton Kasunanan Surakarta Punya Makna Tepat untuk Pilpres 2024

Baru pada tahun 1997, gerbong jenazah bersejarah itu dipindahkan ke Surakarta. Pada proses restorasi tersebut, lebar roda kereta jenazah tersebut diubah menjadi lebih kecil agar bisa melintasi jalur rel kereta dari Yogyakarta ke Surakarta.

Gerbong jenazah yang berada di Alun-Alun Selatan Surakarta itu tidak bisa dibuka sembarangan. Para pengunjung hanya bisa mengintip dari balik gorden jendela di gerbong tersebut. Gerbong tersebut memiliki tatakan khusus untuk meletakkan peti jenazah dan beberapa kursi untuk keluarga pengantar jenazah.  

Kontributor : Dinnatul Lailiyah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini