Sementara Gibran mengatakan kirab ogoh-ogoh ini cukup bagus dan ke depan diramaikan lagi agar lebih meriah.
"Bagus-bagus, nanti diramaikan lagi tahun depan. Apik-apik, semoga tahun depan tambah ramai," ujar Gibran.
Gibran menegaskan akan memberikan banyak ruang semua agama, kepercayaan, komunitas atau asosiasi di Solo. Silahkan saja pasti akan disupport, tempatnya juga ada.
"Kita buka ruang seluas-luasnya. Kita pasti support," katanya.
Baca Juga:Cerita Gibran Marah Carikan Kerja Warganya Setelah Dapat Tak Mau Masuk: Ini Kurang Ajar
Putra sulung Presiden Jokowi mempersilahkan umat Hindu di Solo jika ingin menggelar kirab ogoh-ogoh ini setiap tahun.
"Tiap tahun boleh, monggo. Perayaan dari umat Hindu kan nggak cuma sekali, apapun itu akan kita dukung," ungkap dia.
Terpisah Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Solo Ida Bagus Komang Suarnawa mengaku merasa terharu sekali. Karena baru pertama kali ini digelar di Kota Solo meski jumlah umat Hindu di Solo sedikit.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Mas Wali, semoga tahun depan lebih meriah lagi," ucapnya.
Dikatakannya modernisasi beragama, toleransi, kerukunan antar umat beragama tidak hanya didengung-dengungkan saja. Tapi wujud nyata pada sore hari ini.
"Perayaan ini belum sempurna karena dipersiapkan dengan waktu yang mepet. Saya, 8 Februari 2023 baru menghadap beliau (wali kota-red), persiapan hanya satu bulan dan ini luar biasa," pungkas dia.