Kafe lain yang juga mengangkat konsep serupa yakni Keris Cafe and Kitchen Solo. Kafe ini mengangkat menu makanan dan minuman tradisional bukan hanya dari Solo tetapi juga dari daerah lain, mulai dari timlo hingga rendang.
Salah satu wisatawan asal Semarang, Anggun Puspita, mengaku antusias untuk mencoba berbagai menu tradisional dari berbagai daerah.
Makanan tradisional yang disajikan dengan piring cantik, menurutnya, cukup menambah selera konsumen. Apalagi, suasana khas Solo yang dihadirkan di kafe tersebut.
"Suasananya turut menambah selera makan," katanya.
Baca Juga:BMI Kota Solo Kirim Bantuan Logistik ke Lokasi Pengungsian Korban Banjir
Sepertinya, industri kuliner di Solo tidak ingin terlewat menangkap peluang yang ada di depan mata. Potensi kekayaan kuliner hingga wisatawan yang sudah telanjur mengecap Solo sebagai kota kuliner juga harus digarap secara serius.
Kondisi ini juga harus diimbangi dukungan pemerintah dengan memberikan pendampingan kepada pelaku usaha.
Melalui pendampingan tersebut, maka makanan tradisional yang disajikan secara kekinian tidak hanya bisa ditemui di kafe dan restoran, tetapi juga di warung-warung pinggir jalan.
Dengan demikian, makanan khas Solo tersebut bukan saja eksis di kaki lima, tetapi juga layak saji di restoran bintang lima. [ANTARA]
Baca Juga:Digelar di Solo Safari, Petugas dan Peserta Upacara Hari Jadi ke-278 Kota Solo Semua Anak-anak