SuaraSurakarta.id - Wilayah Jawa Tengah dilanda cuaca ekstrem dalam sepekan terakhir hingga menimbulkan sederet bencana alam seperti banjir hingga tanah longsor.
Untuk itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi memberikan imbauan kepada masyarakat untuk ekstrawaspada, termasuk saat libur tahun baru.
"Di kondisi seperti saat ini lebih baik warga tidak usah banyak berfoya-foya, khususnya wisata pantai. Lebih baik banyak berdoa di situasi semacam ini," kata Irjen Ahmah Luthfi di Benteng Vastenburg, Sabtu (31/12/2022) malam menjelang pergantian tahun.
Dia memaparkan, berdasarkan ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di wilayah Jawa Tengah masih belum menentu.
Baca Juga:Dampak Banjir Semarang, PT KAI Sebut 12 Perjalanan KA di jalur Utara Terganggu
"Tadi malam saja, kita bersama Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) memberangkatkan Kapal Kelimutu untuk membantu warga yang ada di Karimunjawa," paparnya.
Dituturkannya, saat ini ada 4600 KK di Jawa Tengah yang terdampak cuaca ekstrim berupa curah hujan tinggi. Kepolisian bersama BPBD sudah melakukan menerjunkan bantuan dan pengamanan.
Kapolda juga menyebut forkompinda Jateng bersama pemerintah kota dan kabupaten terus melakukan pemantauan wilayah terkait dampak cuaca dengan curah hujan tinggi ini.
"Bahkan di Kota Semarang banyak lokasi yang terendam banjir, sampai sekarang masih belum surut. Sudah saya lakukan pengecekan, Kapolrestabes dan Dirpolairud masih di lapangan," tegas Kapolda Jawa Tengah.
Baca Juga:Kondisi Terkini Banjir Semarang, Ruang Tunggu Stasiun Tawang Masih Terendam