Berdiri pada 1912, Ini Lini Masa Muktamar Muhammadiyah dari Masa ke Masa

Muhammadiyah termasuk organisasi islam terbesar di Indonesia. Didirikan oleh KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah terus mengalami perkembangan yang pesat

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 17 November 2022 | 09:08 WIB
Berdiri pada 1912, Ini Lini Masa Muktamar Muhammadiyah dari Masa ke Masa
Ilustrasi bendera Muhammadiyah. [muhammadiyah.or.id]

SuaraSurakarta.id - Muhammadiyah termasuk organisasi islam terbesar di Indonesia. Didirikan oleh KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah terus mengalami perkembangan yang pesat. 

Kota Solo tahun ini mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah acara Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48. Agenda tahunan tersebut dipastikan akan diselenggarakan pada 18-20 November 2022 mendatang.

Menyadur dari situs resmi Muhammadiyah, Muktamar ke-48 itu akhirnya bisa digelar, setelah tertunda dua tahun akibat pandemi Covid-19. 

Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi bagi persyarikatan Muhammadiyah yang diselenggarakan lima tahun sekali. Sejak Muhammadiyah berdiri pada 1912 hingga sekarang, total Muhammadiyah sudah menyelenggarakan perhelatan tertinggi ini sebanyak 47 kali. Muktamar terakhir diselenggarakan di Makassar pada tahun 2015.

Baca Juga:Sehari Setelah Penetapan Tersangka Atap Ambruk, Kok Bisa Pelaku Mengunjungi Keluarga Korban untuk Damai

Muktamar juga merupakan bukti bahwa praktik berdemokrasi sudah berlangsung di Muhammadiyah sejak awal mula berdirinya organisasi ini. Sebab, dalam muktamar, pemilihan pengurus tingkat pusat menjadi agenda utama selain menyusun program kerja lima tahunan.

Nah, meski merupakan forum rutin, warga persyarikatan perlu tahu seluk beluk muktamar Muhammadiyah dari masa ke masa. Berikut kami rangkumkan daftar Muktamar Muhammadiyah dari masa paling awal hingga sekarang.

Kota-Kota yang Pernah Menjadi Tuan Rumah

Masa paling awal forum permusyaratan tertinggi Muhammadiyah terjadi pada tahun 1912 hingga 1941. Pada masa ini, forum permusyawaratan digelar setiap setahun sekali.

Awalnya selama 1912-1925, forum tinggi selalu digelar di ibukota Muhammadiyah, Yogyakarta. Namun selepas tahun itu, forum tinggi mulai diselenggarakan di luar Yogyakarta secara bergilir. Untuk memudahkan jangkauan para peserta, forum tinggi Muhammadiyah selalu digelar di kawasan perkotaan.

Baca Juga:Keluarga Korban Tewasnya Anak SD Muhammdiyah Bogor Playen Didatangi Tersangka, Diminta Damai dan Tak Menuntut

Perubahan jeda waktu forum tinggi mulai terjadi ketika Indonesia memasuki masa revolusi fisik dan intensitas peperangan yang tinggi. Tahun 1941 sampai 1950, forum tinggi diadakan secara terbatas (darurat) selama dua kali saja.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini