Aktor Politik Jangan Lagi Hanya Bermodal Gimik Politik untuk Memikat Hati Rakyat

Para aktor politik diingatkan agar mereka tidak lagi hanya bermodal gimik politik semata untuk memikat hati rakyat.

Siswanto
Selasa, 27 September 2022 | 17:33 WIB
Aktor Politik Jangan Lagi Hanya Bermodal Gimik Politik untuk Memikat Hati Rakyat
Ilustrasi pemilu (VectorStock)

SuaraSurakarta.id - Para aktor politik peserta pemilu diharapkan agar mereka mengedepankan gagasan untuk membentuk pemilu yang sehat.

"Saya berharap, aktor politik, baik itu parpol ataupun calon anggota legislatif bahkan sampai calon presiden dan wakil presiden mulai mengedepankan pendekatan pemilu yang konseptual. Lebih mengedepankan ide, gagasan, pemikiran dan nalar kritis untuk menjawab kepentingan publik," kata Direktur Eksekutif Skala Survei Indonesia Abdul Hakim, hari ini.

Para aktor politik diingatkan agar mereka tidak lagi hanya bermodal gimik politik untuk memikat hati rakyat.

Abdul mengatakan hal itu ketika menanggapi kemunculan berbagai partai politik baru yang mendaftarkan diri untuk menjadi peserta pemilu 2024.

Baca Juga:Minta Koalisi Bersama NasDem dan PKS Bisa Secepatnya Dideklarasikan, Politikus Demokrat: Rakyat Menunggu

Abdul mengatakan perlu bagi para aktor politik untuk berfokus pada visi, misi, dan program kerja ke depannya.

"Seandainya pun gimik politik dipakai, sesakilah gimik itu dengan substansi ide terkait dengan persoalan-persoalan yang dihadapi publik saat ini," ujar Abdul.

Abdul memandang pemilu yang sehat sebagai pemilu yang semestinya dipenuhi oleh ide, gagasan, dan pemikiran dari para peserta pemilu, baik partai politik maupun calon presiden dan wakil presiden untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan publik.

Ide-ide ini, tutur dia, harus dibenturkan dalam proses berpikir yang teratur dan logis untuk mencapai simpulan terbaik.

Selanjutnya, simpulan tersebut akan berperan sebagai konsep yang akan dijalankan ketika aktor-aktor politik yang bersangkutan terpilih untuk mengisi posisi jabatan publik.

Baca Juga:Tak Main-main! Bawaslu Wanti-wanti ASN Jaga Netralitas dan Tak Jadi Buzzer di Pemilu 2024

"Di sektor konstituen, pemilu yang sehat adalah pemilu yang disikapi secara rasional, bukan emosional," ucapnya.

Dalam pemilu yang sehat, pemilih mampu melakukan kalkulasi dalam menentukan keputusan dalam memilih berdasarkan logika dan rasional.

"Pemilih tidak lagi bersandar melulu pada alasan-alasan ekonomis, sosiologis, atau bahkan antropologis semata, namun lebih mengedepankan nalar kritis dalam memilih calon pemimpin mereka," tutur Abdul. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak