"Sampai di sana itu setiap delegasi negara disediakan dua kursi yaitu buat Presiden dan Menlu. Saya sampai di sana bingung. Loh ini saya duduk di mana," kata Gus Yahya.
"Di situ, kata Pak Alwi kan. Lah ini kursinya Presiden saya enggak berani. Tukaran saja pak saya enggak berani. Enggak bisa, kata Pak Alwi, saya Menlu, harus duduk di kursi saya. Loh saya bagaimana ini? Menlu bilang, perintah Presiden ya kamu duduk di situ. Duduklah saya di kursi presiden itu," sambung Gus Yahya.
Pria kelahiran Rembang ini menuturkan selama di dalam gedung. Wajahnya terus menerus disorot oleh kamera.
"Kamera itu tadinya shoot memutar dari jauh ke delegasi satu per satu. Lewatin saya, tapi lewatin saya sedikit, balik lagi dia,"
Baca Juga:Girah Kebangsaan dan Kebersamaan Prof Azyumardi Azra
"Tadinya kan longshot, terus di zoom in akhirnya saya di close up sebesar tembok itu muka saya. Saya mau senyum malah kayak meringis, saya mau kelihatan serius malah kayak cemberut, jadi nggak karu-karuan saya," beber Gus Yahya.
Diakhir video, Gus Yahya sama sekali mengaku tidak enak menjadi presiden sementara saat menggantikan Gus Dur tersebut.
"Habis itu gambar kameranya turun menyorot name tag di depan saya, yang bertuliskan President of Republic Indonesia. Jadi sudah pernah saya (jadi presiden) dan serius nggak enak," pungkasnya.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Baca Juga:Perbandingan Harta Kekayaan Presiden RI, dari Soekarno Sampai Gus Dur