Gamelan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Ini Cerita Perajin Gamelan di Desa Wirun Sukoharjo

Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu wilayah sentra pembuatan gamelan.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 16 September 2022 | 19:15 WIB
Gamelan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Ini Cerita Perajin Gamelan di Desa Wirun Sukoharjo
Proses pembuatan gamelan di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (16/9/2022). [Suara.com/Ari Welianto]

"Harga satu set gamelan jawa dari perunggu itu paling murah Rp 450 juta. Kalau kuningan satu setnya mencapai Rp150, sedangkan besi paling Rp 90 juta," paparnya.

Produk gamelan yang dibuat ini pasarannya tidak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri, seperti Jerman, New York, Malaysia dan negara lainnya.

"Pembuatan satu set gamelan Jawa dengan bahan baku tembaga, memakan waktu 3 bulan. Karena semua komponen dikenakan sendiri," ujar dia.

Saat pandemi Covid-19 lalu, bisnis gamelan terjadi pasang surut. Tapi sekarang sudah mulai menggeliat lagi. 

Baca Juga:Darma Wanita Konsulat RI di Shanghai Ramaikan Program Kebaya Goes to UNESCO

Ketika ditanya soal ditetapkannya gamelan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO, Agus merasa bangga dan senang.  

Setelah penetapan dari UNESCO ini diharapkan banyak anak-anak muda lebih mencintai gamelan. 

"Saya sangat senang, sekarang banyak anak muda yang mencintai alat musik gamelan, dibandingkan dulu sebelum diakui UNESCO," tandas dia.

Kontributor : Ari Welianto

Baca Juga:Kebaya Goes to UNESCO, Perempuan Berpose Cantik di Kota Tua Shanghai

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak