Itu setiap hari melihat proses pembuatan hingga menentukan nada gamelan, dulu sekolah SMP tidak selesai.
"Saya mulai dilepas sama bapak itu baru 10 tahun sampai. Ya, kalau belajar melihat bapak kerja, kayak karyawan," ungkap dia.
Ada pesan dari kakek dan bapak yang sampaikan untuk menekuni sebagai perajin gamelan. Pemilik perusahaan pembuatan gamelan itu harus nyetel nada gamelan.
Dalam proses pembuatan gamelan ada ritual khusus yang dilakukan dan itu tidak semuanya. Ritual itu sudah dilakukan secara turun-temurun dari kakeknya.
Baca Juga:Darma Wanita Konsulat RI di Shanghai Ramaikan Program Kebaya Goes to UNESCO
Yang ada ritual khusus itu proses pembuatan gamelan berukuran besar antara 95 centimeter (cm) hingga 1 meter lebih.
"Itu ada ritual pakai ritual khusus dam harus ada. Ritualnya selametan pakai tumpengan," sambungnya.
Agus pernah menghilangkan ritual khusus dan sempat tidak percaya. Tapi kenyataannya gong dengan diameter yang besar 90 cm ke atas, kalau tidak pakai ritual khusus pecah terus tapi setelah pakai ritual dengan pesannya kakek dan bapak hasilnya bagus tidak pecah.
"Alasan menghilangkan ritual itu, dipikir-pikir anak muda zaman sekarang mana mungkin percaya seperti itu. Tapi kenyataannya benar juga," jelas dia.
Ada tiga bahan yang digunakan dalam pembuatan gamelan, yakni perunggu, kuningan, dan besi. Perbedaan bahan baku pembuatan ini pun mempengaruhi cara pembuatan dan harga jualan.
Baca Juga:Kebaya Goes to UNESCO, Perempuan Berpose Cantik di Kota Tua Shanghai
Proses pembuatan gamelan bahan baku perunggu, harus melalui proses peleburan dan ditempa. Jika menggunakan kuningan dan besi, cukup dipotong, diplat, lalu dilas.