Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Solo, Joko Supriyanto mengatakan jika itu terjadi karena adanya briding.
"Kalau di teknik namanya briding (menggulung) karena pembebanan jadi aspalnya menggulung. Iya, itu sudah lama, tapi karena frekuensinya sering terjadi. Akhirnya gulungnya semakin tinggi, kita cold miling, kita kelupas, aspalnya kita ambil kita gelar aspal baru," ungkap dia
Joko menjelaskan, perencanaan perbaikan di Jalan Radjman tersebut sudah dalam anggaran perubahan tahun 2022.
"Kalau APBD perubahan bisa diketok, kita bisa laksanakan. Sudah kita masukkan di RAPBD tahun 2022 dengan nama paket peningkatan Jalan Dr. Radjiman, Pasar Klewer sampai Singosaren dengan pagu usulan Rp 1,5 milyar," tegasnya.
Baca Juga:Tekuk Persis Solo, Milo Puji Semangat Para Pemain Borneo FC
Kontributor : Ari Welianto