Gusti Dipo menjelaskan, jika Sinuhun mempunyai ulang tahun lima. Pertama, Tingalan Dalem Wiyosan Sepasaran tiap senin pahing.
Lalu Tingalan Dalem Tahun dalam kalender Jawa, Tingalan Dalem Jumenengan yang merupakan kenaikan takhta raja. Kemudian Tingalan Dalem Petangan Masehi yang digelar tiap 28 Juli.
"Jadi Sinuhun itu punya ulang tahun lima kali. Itu selalu diperingati," katanya.
Pada perayaan ulang tahun kali ini ada yang berbeda dan spesial, di mana dilakukan juga banyak kerjasama dengan Perguruan Tinggi (PT).
Baca Juga:1.000 Abdi DalemKeraton Kasunanan Surakarta Terima THR dan Gaji ke-13
Makna dari kerjasama tersebut, maka harapannya Keraton akan lebih terbuka.
"Pesan khusus dari PB XIII ya membuat MOU (Memorandum Of Understanding) itu. Kita harus tanggap ing sasmito (tanggap pada tanda-tanda). Orang Jawa harus bisa melihat gelagat, ulat, polat," ungkap dia.
Menurutnya, penandatanganan kerja sama dengan ISI Surakarta itu dimaknai sebagai Keraton Kasunanan Surakarta bisa lebih terbuka dengan dunia luar. Khususnya dalam memajukan seni dan kebudayaan Jawa.
Penandatanganan MOU yang digelar bersamaan dengan peringatan ulang tahun PB XIII merupakan sebuah momentum.
"Itu namanya momentum, jadi memang budaya kita itu selalu berkaitan dengan momentum," jelasnya.
Baca Juga:Mengabdi Sejak 1995, Kisah Priyo Hastono Sumringah Terima Gaji dari Raja Keraton Solo
Kontributor : Ari Welianto