Menurutnya, yang menjadi kendala selama ini di Klaten tidak punya antigen. Sehingga tidak bisa melakukan deteksi dini keberadaan virus di dalam hewan ternak.
"Teman-teman dokter hewan itu bisa melakukan justifikasi kalau sudah melihat tanda-tanda klinis itu muncul di hewan ternak tersebut. Itu yang menjadi kendala kita, jadi agak sulit apakah ternak itu sudah terpapar virus atau belum, kalau ada alatnya kan mudah mendeteksi," jelas dia.
Seperti diketahui, tujuh pasar hewan yang ada di Klaten adalah Pasar Hewan Prambanan, Pasar Hewan Jatinom, Pasar Hewan Wedi.
Lalu Pasar Hewan Pedan, Pasar Hewan Cawas, Pasar Hewan Bayat, dan Pasar Hewan Plumbon.
Baca Juga:Apa itu Kasus PMK Sapi? Penyakit Menular Menyerang Hewan Ternak di Indonesia
Kontributor : Ari Welianto