Lalu berkembangnya media massa, media sosial (medsos) dan semakin mengglobalnya informasi yang menyebabkan generasi muda memiliki mimpi yang tinggi khususnya yang berkaitan dengan pendapatan.
"Semakin banyak informasi yang menunjukkan kemudahan mendapatkan pendapatan dari sektor swasta (wirausaha dan start up) dan menjadi influence. Ini menyebabkan mereka berharap lebih untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi," ungkap dia.
"Kenyataan bahwa menjadi pegawai negeri dengan gaji yang terbatas, menyebabkan mereka memilih untuk mundur agar mampu mewujudkan mimpi dan gaya hidup mereka," paparnya.
Dengan fenomena seperti ini, pemerintah disarankan untuk melakukan evaluasi terhadap besaran gaji yang diberikan kepada PNS.
Itu bisa sesuai dengan tuntutan kinerja yang diharapkan, tingkat biaya hidup atau kelayakan hidup minimal dan perbandingan dengan pekerjaan sektor yang lain.
"Itu yang harus menjadi perhatian pemerintah. Harus ada evaluasi dari pemerintah terhadap besaran gaji PNS," tandas dia.
Seperti diketahui, ada dua CPNS di Kota Solo mengundurkan diri. Padahal keduanya sudah dinyatakan lolos, tapi saat batas akhir penyerahan berkas keduanya tidak mengumpulkan.
Kedua CPNS tersebut berasal tenaga kesehatan, dokter gigi dan psikologi klinis.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga:Tanggapi Dua CPNS di Kota Solo Mundur, Gibran Rakabuming Raka Geram: Kurang Ajar!