Buya Yahya Sebut Hukum Salat Pakai Baju Kotor Tetap Sah, Ini Penjelasannya

Menurut Buya Yahya melaksanakan salat mengenakan pakaian kotor hukumnya tetap sah

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 27 Mei 2022 | 06:31 WIB
Buya Yahya Sebut Hukum Salat Pakai Baju Kotor Tetap Sah, Ini Penjelasannya
Buya Yahya. [Istimewa]

SuaraSurakarta.id - Ibadah salat lima waktu merupakan kewajiban umat muslim di seluruh dunia. Saat melaksanakan salat, umat muslim juga harus memperhatikan kebersihan tempat maupun pakaian yang ia kenakan.

Namun tak jarang ada seseorang yang bertanya-tanya mengenai hukum salat mengenakan pakaian kotor. Lantaran ia tak sempat mengganti baju karena sedang bekerja atau pun berpergian.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya mengatakan melaksanakan salat mengenakan pakaian kotor hukumnya tetap sah dan tidak dipersoalkan dalam ilmu fikih.

"Baik dalam fikih perlu diketahui salat dalam keadaan baju beroli, belumpur, berdaki dan ber-ber lainnya hukumnya sah," kata Buya Yahya dikutip dari unggahan video akun TikTok @shinbi012.

Baca Juga:Gary Iskak Ditangkap Kasus Narkoba di Bandung, Publik Pertanyakan Pengakuan Hijrah: Insafmu Ternyata Palsu Mas

"Kita harus mempermudah urusan salat. Maka orang yang meninggalkan salat hukumannya besar di hadapan Allah yakni neraka," tambahnya.

Buya Yahya menerangkan bahwa sebisa mungkin berpakain bersih dan sempurna seperti mengenakan sorban bagi laki-laki.

Meski demikian, Buya Yahya mengakui tidak semua umat muslim bisa seperti itu karena terhalang pekerjaan atau hal-hal lainnya.

"Mungkin pas di tengah sawah, mau salat dzuhur jauh, bajunya kotor kena najis, tinggal nyebur aja di sungai, naik sudah suci kok. Salat di atas lumpur, Allah senang, hebat betul ingin masuk surga maksa," jelasnya.

Buya Yahya juga mengingatkan sebisa mungkin umat muslim salat berjamaah dalam kondisi apapun. Karena pahalanya lebih besar daripada salat sendirian.

Baca Juga:Edi hendak Salat di Masjid, Nahas Tertabrak Kereta Api hingga Terpental Sejauh 10 Meter

"Kalau bisa jamaah, sebisa mungkin jamaah, diutamakan menurut madzhab Imam Syafi'i, sunnah yang sangat dikukuhkan atau fardhu kifayah. Madzhab Imam Ahmad mengatakan wajib. Anggap saja ini adalah keutamaan, itu saja," imbuh Buya Yahya.

Sontak saja unggahan video Buya Yahya itu mematik perhatian warganet. Tak sedikit dari mereka mengaku kagum atas penjelasan Buya Yahya tersebut.

"Masya Allah begitu mudah nya tapi karena belum tau waktu libur gak salat," tutur akun @suxia**.

"Saya paling suka sama Buya Yahya ini tidak mempersulit ibadah. Sehat terus Buya aamiin ya Allah," kata akun @jovan**.

"Pantesan ya orang Arab kalau waktu nya salat meskipun masih di perjalanan jauh dari masjid berhenti tayamum langsung salat," beber akun @wanita**.

"Bersyukur dipertemukan dengan ustaz Buya, walaupun hanya lewat sosmed," sambung akun @anna376**.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini