Saat ditemui usai bersepeda memantau CFD, Gibran mengatakan jika kesadaran warga masih kurang untuk membuang sampah pada tempatnya.
Padahal tempat sampah sudah disediakan. Ke depan akan ditambah tempat sampah, sehingga pengunjung tidak lagi membuang sampah sembarangan.
"Nanti kita tambah tempat sampahnya, petugas yang aktif mengambil juga diperbanyak. Kesadaran warga akan buang sampah pada tempatnya memang masih," tandas Gibran.
Gibran juga melihat, masih banyak warga yang duduk-duduk diatas taman.
Baca Juga:Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD), Kembali Digelar di Jakarta
Itu jelas sangat disayangkan mengingat taman berfungsi untuk penghijauan kota.
"Eman-eman kalau tamannya rusak. Buang sampah kebanyakan di taman," katanya.
Dalam CFD, Gibran memperbolehkan pedagang berjualan tapi dilarang berjualan di atas taman. Karena itu jelas akan merusak taman-taman di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.
"Boleh dipakai untuk jualan, tapi jangan gelar tikar di atas taman. Jangan goreng-goreng merusak paving, jualan tidak apa-apa," ungkap dia.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Heru Sunardi menyatakan edukasi kepada pedagang yang jualan di CFD sudah dilakukan agar bisa menjaga kebersihan lingkungan.
Baca Juga:CFD di Jakarta Kembali Diberlakukan
"Pedagang sudah kita minta harus membawa kantong plastik sampah. Mereka juga bertanggung jawab atas kebersihan lingkungannya, kalau ada pengunjung tidak membuang sampah pada tempatnya itu kewajibannya pedagang," jelasnya.