facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Demi Menjaga Kesehatan Tubuh Usai Ramadhan, Ini Saran yang Diberikan Oleh Dokter

Budi Arista Romadhoni Selasa, 03 Mei 2022 | 17:30 WIB

Demi Menjaga Kesehatan Tubuh Usai Ramadhan, Ini Saran yang Diberikan Oleh Dokter
Ilustrasi pola makan sehat. Orang-orang perlu mengembalikan aktivitas puasa bahkan setelah Ramadhan, agar terbiasa dengan kebiasaan menerapkan pola makan sehat. (Freepik.com/freepik)

Orang-orang perlu mengembalikan aktivitas puasa bahkan setelah Ramadhan, agar terbiasa dengan kebiasaan menerapkan pola makan sehat

SuaraSurakarta.id - Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Tirta Prawita Sari, SpGK mengatakan, orang-orang perlu mengembalikan aktivitas puasa bahkan setelah Ramadhan, agar terbiasa dengan kebiasaan menerapkan pola makan sehat.

"Badan kita itu menyukai sesuai yang rutin. Karena ada pembiasaan maka harusnya setelah lebaran, aktivitas puasa itu harus dikembalikan agar kita masih terbiasa dengan kebiasan puasa, terbiasa untuk pola makan yang sehat," kata Tirta dikutip dari ANTARA, Selasa (3/5/2022).

Menurut Tirta, pola makan menjadi salah satu upaya menghindari berbagai macam penyakit kronis dan katastropik yang membutuhkan biaya banyak seperti stroke, diabetes, penyakit jantung dan hipertensi.

Berpuasa termasuk upaya yang bisa orang-orang lakukan untuk mencegah sederet penyakit kronis itu sekaligus cara cara detoksifikasi tubuh yang murah dan mudah. Selain itu, puasa juga dapat menyebabkan kadar glukosa darah mengalami penurunan dan menyebabkan tubuh mengambil cadangan energi lain dalam bentuk lemak sebagai sumber energi.

Baca Juga: Cerita Muslim di Rusia saat Ramadhan: Kesulitan Salat ke Masjid, Tradisi Perempuan Muda untuk Salat di Rumah

"Itu baik sebagai upaya membersihkan atau detoksifikasi tubuh," ujar Tirta.

Selama Ramadhan, Muslim diatur untuk berpuasa dalam 13-14 jam lalu berbuka setelahnya dan pola ini mirip dengan pola makan puasa yang baik yaitu intermitten fasting.

“Ada beberapa contoh intermitten fasting, seperti alternate day fasting yang mana puasa berselang seling seperti puasa Daud. Bedanya saat hari puasa itu hanya boleh makan 500 kalori, dan hari berikutnya feast day yang boleh dalam jumlah yang kita inginkan tanpa perlu memusingkan kalori," jelas Tirta.

Selain itu, ada pula diet 5:2 yaitu 5 hari tidak berpuasa dan 2 hari berpuasa. Muslim umumnya mengaplikasikan pola ini melalui puasa sunah Senin Kamis.

"Tapi dalam ketentuan ketika berbuka pada hari Senin dan Kamisnya itu intake kita hanya 500-1000 kalori, 5 hari lainnya feast day. Kenapa hanya 500-1000 kalori? Karena itu jumlah kalori minimal yang kita butuhkan sehingga pekerjaan dasar tetap bisa kerjakan," ujar Tirta.

Baca Juga: Real Madrid Juara La Liga Spanyol 2022, Netizen: Closingan Ramadhan yang Indah

Executive Director of Community Health, Abu Dhabi Public Health Centre, Dr. Omniyat Al Hajeri termasuk yang menyarankan Anda puasa lebih sering usai Ramadhan dan puasa Senin Kamis atau diet 5:2 bisa menjadi salah satu pilihannya. Satu studi seperti dikutip dari Healthline, menunjukkan diet 5:2 bisa menurunkan berat badan yang mirip dengan pembatasan kalori biasa. Selain itu, diet ini sangat efektif untuk meningkatkan sensitivitas insulin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait