facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Immanuel Tegar WIbowo: Bocah SMP yang Jadi Mualaf dan Ajak Seluruh Keluarga Pindah Agama Islam

Ronald Seger Prabowo Minggu, 17 April 2022 | 12:13 WIB

Kisah Immanuel Tegar WIbowo: Bocah SMP yang Jadi Mualaf dan Ajak Seluruh Keluarga Pindah Agama Islam
Viral anak SMP menjadi mualaf dan membawa keluarga masuk Islam. [YouTube Viral Muallaf]

Lahir beragama Katolik, Tegar memutuskan menjadi mualaf atau memeluk agama Islam saat masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

SuaraSurakarta.id - Setiap orang memiliki kisah dan cerita perjalanan spiritualitas. Termasuk sosok Immanuel Tegar Wibowo.

Lahir beragama Katolik, Tegar memutuskan menjadi mualaf atau memeluk agama Islam saat masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Tak sebatas itu saja, dia juga membawa keluarga besarnya masuk Islam.

"Pas (mengucapkan) syahadat di KUA dekat rumah, nama saya sempat diganti Muhammad Tegar. Namun saya menolak karena nabi itu kan luar biasa, saya pikir namanya nggak cocok untuk saya," ungkap dia dalam kanal Toutube Viral Muallaf yang disadur, Minggu (17/4/2022).

Baca Juga: Mantap Peluk Islam, Sultan Djorghi Ngaku Banyak Dengar Ceramah Ustaz Abdul Somad

Dia menjelaskan awal mula ketertarikannya pada Islam hanya karena hal sederhana. Yaitu sering nongkrong dengan teman-temannya yang muslim.

Saat itu, bertepatan dengan bulan Ramadhan, lingkungannya memang akrab dengan orang-orang muslim, termasuk menjalankan ibadah puasa.

Tegar mengenang saat dirinya menunggu teman-temannya yang salat tarawih. Ia pun merasa penasaran dan mulai mencari tahu lebih dalam tentang agama Islam.

"Jadi pas berdua itu, kita ngobrol yang lain salat. Jadi penasaran dan nyari-nyari tahu kalau Islam tuh kaya gimana," katanya.

Pada awalnya Tegar sempat mengalami pertentangan dari ibundanya. Namun pada akhirnya hati ibunya luluh dan mengizinkan Tegar menjadi seorang mualaf.

Baca Juga: Dikabarkan Mualaf, Celine Evangelista Ungkap Alasan Anak-anaknya Ikut Salat

Ia pun membujuk ibunya untuk sama-sama masuk Islam. Meski pada tahun-tahun pertama menolak, namun pada akhirnya ibu tegar mengungkapkan keinginannya untuk menjadi seorang mualaf.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait