Balasan Rusia ke Internasional, Transaksi Pembelian Gas Bagi Negara Tak Bersahabat Harus dengan Mata Uang Rubel

Rusia berencana mengganti mata uang yang digunakan dalam penjualan gas ke negara-negara "tak bersahabat" dengan rubel, hal itu sebagai pembalasan atas sanksi yang diberikan

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 24 Maret 2022 | 10:26 WIB
Balasan Rusia ke Internasional, Transaksi Pembelian Gas Bagi Negara Tak Bersahabat Harus dengan Mata Uang Rubel
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Pixabay/DimitroSevastopol)

"Prosedur pembayaran yang dapat dipahami dan transparan harus dibuat untuk (semua pembeli asing), termasuk menggunakan rubel Rusia di pasar mata uang domestik kita," kata Putin.

Rusia telah membuat daftar negara "tak bersahabat", merujuk pada mereka yang menjatuhkan sanksi. Transaksi dengan perusahaan dan individu dari negara-negara itu harus mendapat persetujuan dari sebuah komisi pemerintah.

Negara-negara dalam daftar itu di antaranya adalah Amerika Serikat, negara-negara anggota Uni Eropa, Inggris, Jepang, Kanada, Norwegia, Singapura, Korea Selatan, Swiss dan Ukraina.

[ANTARA]

Baca Juga:Ini Cara Vladimir Putin Lawan Negara-negara yang Menjatuhkan Sanksi Ekonomi ke Rusia

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak