Duh! Belum Bisa Diklola dengan Baik, Indonesia Hadapi 185 Ribu Ton Sampah Setiap Harinya

Indonesia menghadapi 185 ribu ton sampah setiap harinya, dan hanya sedikit yang dikelola dengan baik

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 06 Maret 2022 | 13:40 WIB
Duh! Belum Bisa Diklola dengan Baik, Indonesia Hadapi 185 Ribu Ton Sampah Setiap Harinya
Ilustrasi Sapi dari kawasan Eks-Surakarta mencari makan di tumpukan sampah yang ada di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo. Indonesia menghadapi 185 ribu ton sampah setiap harinya, dan hanya sedikit yang dikelola dengan baik. [Suara.com/Ari Purnomo]

Bersama dengan Waste4Change, inisiasi ini berupaya mengepul aneka kemasan bekas produk kecantikan dari segala brand, baik plastik maupun kaca, untuk kembali diolah menjadi barang yang lebih berguna, sehingga dapat mengurangi limbah kosmetik.

"Kami ingin mewujudkan bumi yang lebih indah melalui inisiatif Waste Down, Kindness Up dengan meluncurkan Sociolla X Sukin Recycle Station di 34 gerai offline Sociolla," ujar Co-Founder & CMO Social Bella Chrisanti Indriana.

Kedepannya, Recycle Station ini akan menjadi fitur wajib di setiap Sociolla Store baru.

Untuk berpartisipasi dalam inisiatif "Waste Down Kindness Up: Sukin X Sociolla Recycle Station", hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengumpulkan kemasan produk kecantikan dari brand apa pun yang Anda miliki berdasarkan materinya, baik itu plastik, kaca dan lainnya dan mencopot label dari kemasan

Baca Juga:Pantai Palabuhanratu Sukabumi Dipenuhi Sampah, Ini Penyebabnya

Kemudian pastikan kemasan produk kecantikan yang akan dikumpulkan untuk daur ulang sudah dicuci terlebih dahulu agar dalam keadaan bersih, kemudian keringkan dengan seksama, dan pastikan tidak ada lagi sisa produk di kemasan

Setelah itu, datangi Sociolla Store terdekat untuk drop off kemasan kosong produk kecantikan yang nantinya akan dikelola oleh Waste4Change.

Setiap 1 kemasan dapat ditukarkan dengan 5 SOCO Points. Anda juga bisa menulis harapan untuk Bumi atau kesan dan pesan terhadap program ini melalui sticker yang telah tersedia untuk ditempelkan di Recycle Station yang tersedia.

"Kalau plastik biasanya didaur ulang untuk jadi gagang sapu, karena memang plastik yang didaur ulang akan mengalami downgrade," jelas Saka.

Sementara untuk sampah kemasan kaca bisa kembali menjadi botol dengan kualitas yang sama baiknya, sehingga secara ekonomi memiliki nilai yang lebih baik.

Baca Juga:Persoalan Sampah di Pasar Rakyat Ngabang, Warga Diminta Tidak Meletakkan Sampah di Luar Kontainer

Yang terburuk adalah sampah residu seperti label kemasan yang sulit untuk didaur ulang. "Biasanya kami kumpulkan ke salah satu mitra kami yang akan dibakar secara benar dan baik, dan hasil bakarannya bisa menjadi bahan bakar untuk pabrik sehingga semua sampah itu diusahakan 100 persen terkelola dengan baik," jelas Saka.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini