facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh! Vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 Dosis Rendah untuk Anak-anak Tak Efektif Tangkal Omicron

Budi Arista Romadhoni Rabu, 02 Maret 2022 | 15:12 WIB

Duh! Vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 Dosis Rendah untuk Anak-anak Tak Efektif Tangkal Omicron
Ilustrasi vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 dosis rendah yang diberikan kepada anak-anak usia 5-11 tahun ternyata kurang efektif melindungi anak-anak dari varian omicron. (pixabay)

Vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 dosis rendah yang diberikan kepada anak-anak usia 5-11 tahun ternyata kurang efektif melindungi anak-anak dari varian omicron

SuaraSurakarta.id - Anak-anak disebut paling rentan terpapar varian baru COVID-19 Omicron. Hal itu tentu saja membuat negara-negara di dunia untuk segera melakukan vaksinasi terhadap anak-anak. 

Namun demikian, vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 dosis rendah yang diberikan kepada anak-anak usia 5-11 tahun ternyata kurang efektif melindungi kelompok usia itu dari infeksi di tengah merebaknya varian Omicron.

Berdasarkan studi terbaru oleh para peneliti di Departemen Kesehatan Negara Bagian New York, AS, vaksin Pfizer dosis terendah yang diberikan untuk anak-anak usia 5-11 tahun, efektivitasnya turun dari 68 persen menjadi 12 persen.

Anak-anak itu menerima suntikan yang mengandung hanya 10 miligram, sepertiga dari dosis yang diberikan kepada anak-anak yang lebih tua, remaja, dan orang dewasa, demikian menurut studi itu sebagaimana dikutip dari NPR, Rabu (2/3/2022).

Baca Juga: Studi Terbaru: Vaksin Pfizer Kurang Ampuh Mengindari Anak-anak dari Infeksi Omicron

Dalam semua kasus, vaksin terbukti memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit serius. Studi pracetak melihat data yang dikumpulkan dari 1,2 juta lebih anak-anak dan remaja yang divaksinasi lengkap antara usia 5 dan 17 dari 13 Desember 2021 hingga 30 Januari 2022.

Sementara itu, efektivitas vaksin Pfizer pada anak-anak usia 12 hingga 17 tahun, yang mendapat dosis 30 miligram yang sama dengan orang dewasa, menunjukkan penurunan yang lebih kecil, turun dari 66 persen menjadi 51 persen.

"Hasil ini menyoroti potensi kebutuhan untuk mempelajari dosis vaksin alternatif untuk anak-anak dan pentingnya perlindungan berlapis, termasuk pemakaian masker, untuk mencegah infeksi dan penularan," kata studi tersebut.

Hasil penelitian datang hanya beberapa hari setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melonggarkan pedoman penggunaan masker di banyak bagian AS, termasuk di Kota New York.

Ini juga mengikuti penundaan yang tidak terduga dalam proses otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer COVID-19 pada anak-anak usia 6 bulan hingga 4 tahun.
[ANTARA]

Baca Juga: Viral Pria Terjungkal Saat Alat Swab Masuk Hidung, Benda Ini Ikut Terbang, Nakes Syok

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait