Ia bukan hanya seorang komunikator yang baik tetapi juga seorang pelaksana yang baik, dalam artian apa yang dijanjikan selalu ditepati dan kebijakan yang diambil selalu mempertimbangkan kepentingan banyak orang.
Kemudian 89,6 persen menginginkan capres yang be consisten, yakni apa yang diucapkan selalu dilaksanakan. Dalam artian ia bukan hanya seorang yang pandai berbicara atau pandai berpidato tetapi dia juga seorang perancang sekaligus pelaksana program yang mempengaruhi kehidupan masyarakat menjadi lebih baik
Apabila Pemilu Presiden dilaksanakan hari ini (Top Of Mind) hasil temuan Penelitian dengan pertanyaan siapakah tokoh Yang anda Pilih Jika “Pemilu Presiden Dilaksanakan Hari ini” maka peringkat pertama Airlangga Hartarto dipilih 21,8% responden, kedua Prabowo Subianto 15,3% , dan ketiga Ganjar Pranowo 8,1% responden.
Selanjutnya Anies Baswedan yang 7,5%, Gatot Nurmantyo 6,9% , Puan Maharani 6,1%, Muhaimin Iskandar 2,8 % , Agus Harimurti Yudhoyono 2,7%, Erick Thohir 2,1%, Sandiaga Uno 1,8% dan terakhir yang tidak memilih 24,9% responden.
Dengan simulasi tertutup dengan kuesioner siapakah tokoh yang Anda Pilih Jika “Pemilu Presiden dilaksanakan hari ini” maka didapatkan hasil dengan peringkat pertama Airlangga Hartarto dipilih oleh 23,5% responden, kedua Prabowo Subianto 16,4%, dan Ganjar Pranowo 8,3%.
Selanjutnya Anies Baswedan 7,6%, Gatot Nurmantyo 7,7%, Puan Maharani 6,5%, Muhaimin Iskandar 3,3 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,1% responden, Erick Thohir 2,2%, Sandiaga Uno 1,9% dan terakhir yang tidak memilih 19,5% responden.
Alasan utama, mereka memilih Airlangga Hartarto karena Indonesia butuh keberlanjutan pembangunan yang sudah dijalankan Jokowi dan perbaikan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk mengurangi angka kemiskinan akibat dampak pandemi Covid yang diperkirakan akan tetap memepengaruhi kinerja ekonomi Nasional pasca- Jokow.
Alasan utama mereka memilih Prabowo Subianto, pertama tegas berwibawa. Memilih Ganjar Pranowo karena Ganjar Pranowo sering bermedsos dalam menjalankan pemerintahan sebagai Gubernur Jateng.
Memilih Gatot Nurmantyo, dengan alasan menginginkan capres yang tidak terafiliasi pemerintahan Jokowi saat ini sebagai simbol antitesa dari pemerintahan yang sekarang.
Memilih Anies Baswedan dengan alasan menginginkan capres yang terafiliasi dengan Gerakan 212 dan dekat dengan FPI