facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jangan Remehkan Indonesia, Sekjen PDIP Ceritakan Ikan Soekarno, Kuliner yang Populer di Irak

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 29 Januari 2022 | 17:54 WIB

Jangan Remehkan Indonesia, Sekjen PDIP Ceritakan Ikan Soekarno, Kuliner yang Populer di Irak
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. (Suara.com/Bagaskara)

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menceritakan soal "ikan Soekarno" yang menjadi salah satu ikon kuliner populer di Irak

SuaraSurakarta.id - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menceritakan soal "ikan Soekarno" yang menjadi salah satu ikon kuliner populer di Irak dan banyak disantap saat bulan Ramadhan.

Hasto mengatakan hal itu saat memimpin kegiatan Penanaman Pohon dan Penyebaran Benih Ikan di Danau Kampung Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/1/2022).

Acara itu merupakan kegiatan DPP Banteng Muda Indonesia (BMI), sayap pemuda PDIP, dalam rangka turut memeriahkan HUT Ke-49 PDIP dan HUT Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Kisah soal ikan ini, kata Hasto, untuk menekankan bahwa potensi alam Indonesia tak bisa disepelekan. Ketika potensi seperti ikan saja bisa dirawat dengan telaten, bisa menjadi diplomasi negara yang baik.

Baca Juga: BOR RS di DKI Capai 45 persen Imbas Omicron, Legislator PDIP ke Pemerintah: Lipat Gandakan Tempat Isolasi Terpusat!

Hasto bercerita, Bung Karno datang ke Irak pada tahun 1960-an, dimana Irak adalah negara dengan peradaban luar biasa yang berpusat di Sungai Mesopotamia.

Pada 1960, Bung Karno datang ke sana untuk menebar bibit ikan sejenis ikan emas ke Sungai Tigris. Ikan ini lah yang berkembang dan kemudian menjadi salah satu menu makanan warga di sana.

Biasanya saat Ramadhan, kata dia, salah satu makanan khas Irak adalah masgouf atau sejenis ikan bakar yang memanfaatkan ikan tersebut.

"Di Irak ada ikan mas Soekarno, di mana restoran di Baghdad kalau menampilkan ikan mas disebut ikan Soekarno," kata Hasto.

Hasto mengatakan hal itu untuk menunjukkan bagaimana Soekarno memperkenalkan Indonesia ke dunia melalui potensi lokal Indonesia nan sederhana. Ke Mesir, Soekarno membawa mangga yang kemudian dikembangkan di sana.

Baca Juga: Ogah Ikutin PDIP Sodorkan Nama Kepala Otorita IKN ke Presiden, Nasdem: Surya Paloh Tahu Batasan

Di Korea, Soekarno membawa anggrek asal Indonesia. Ke Arab Saudi, Bung Karno membawa sejenis pohon mimba demi menghijaukan Padang Arafah.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait