alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wow! Tak Kalah dengan Kereta Kuno dan Bus Tingkat, Mobil Listrik untuk Wisata di Kota Solo Diminati Masyarakat

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 15 Januari 2022 | 15:50 WIB

Wow! Tak Kalah dengan Kereta Kuno dan Bus Tingkat, Mobil Listrik untuk Wisata di Kota Solo Diminati Masyarakat
Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa saat menjajal kendaraan wisata atau mobil listrik di Kota Solo, Sabtu (15/1/2022). [ANTARA/Aris Wasita]

Mobil listrik di Kota Solo masih menjadi primadona untuk berwisata, pemesannya pun tak kalah dengan kereta kuno jaladara dan bus tingkat werkudara

SuaraSurakarta.id - Kota Solo kini memiliki transportasi wisata baru. Seteleh Kereta kuno Jaladara dan bus tingkat werkudara, kini kota yang dipimpin Gibran Rakabuming Raka itu memiliki mobil listrik.  

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta menyebutkan kendaraan wisata berbahan bakar listrik itu sangat diminati masyarakat dan wisatawan sejak beroperasi pada awal tahun ini.

"Permintaan banyak sekali, yang inden luar biasa," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno dikutip dari ANTARA di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (15/1/2022).

Ia mengatakan untuk saat ini kendaraan yang dikhususkan bagi wisatawan tersebut hanya beroperasi di hari-hari tertentu yakni hari Sabtu, Minggu, dan hari libur lain.

Baca Juga: Bantah Kasus Dugaan Korupsi, Ini Deretan Bisnis Gibran Rakabuming Raka Sebelum Jadi Wali Kota Solo

Dalam satu hari, lanjut dia, kendaraan dengan kapasitas tujuh penumpang tersebut beroperasi sebanyak tiga kali dengan tiga rute wisata yang sudah disediakan oleh Pemkot Surakarta.

"Ada empat unit yang kami operasikan, dua yang lain untuk cadangan. Sejauh ini permintaan yang paling banyak rute Manahan," katanya.

Terkait tingginya permintaan masyarakat tersebut, ia berharap agar instansi terkait yakni Dinas Pariwisata bisa menambah objek wisata yang bisa dikunjungi wisatawan.

"Harapannya Dinas Pariwisata menyediakan tempat-tempat itu, kami menyediakan transportasinya. Kalau perlu membuat space baru, misalnya di Plaza Manahan ada foto booth-nya," kata Hari.

Pada kesempatan yang sama Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa mengatakan perlu kesadaran dari pengguna jalan yang lain untuk menyukseskan operasional kendaraan wisata tersebut.

Baca Juga: Dua Tahun Vakum, Gibran Pastikan 1.000 Lampion akan Menghiasi Kota Solo pada Perayaan Tahun Baru Imlek

"Kalau kita tidak bisa memberi pelayanan kepada wisatawan, sebagai tuan rumah yang baik, kendaraan mbleyer (memainkan gas) ketika diminta memberikan jalan untuk kendaraan wisatawan maka kita dianggap tidak ramah," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait