"Tapi karena kurangnya komunikasi, Bu Harsi ini langsung menyajikan porsi jumbo yang harganya bervariasi dan tidak tertera di spanduk. Ya harganya jadi mahal. Makanya pembelinya kaget saat membayar,” tambah dia.
Setelah menemukan akar permasalahan tersebut, Kapolsek akhirnya ikut membantu proses klarifikasi dan membuatkan spanduk bertuliskan nama warung tengkleng sekaligus daftar harga yang lebih lengkap.
Dengan begitu, diharapkan hal yang menjadi viral sebelumnya tidak terjadi lagi.
“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian Polres Sukoharjo terhadap UKM di Sukoharjo agar tetap hidup dan tumbuh. Semoga dengan adanya klarifikasi ini, warung Bu Harsi bisa kembali laris lagi dan mendapatkan rezeki melimpah,” paparnya.
Baca Juga:Pacar Ogah Tanggung-jawab, Wanita Muda di Sukoharjo Tega Bunuh Bayinya Secara Keji
Selain membantu memberikan spanduk dan daftar harga baru, Polres Sukoharjo juga memberikan bantuan sembako kepada Harsi.
Bantuan diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari lantaran beberapa waktu terakhir warung Harsi sepi pengunjung akibat kejadian yang ia alami.