alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Ingin Kehilangan Sejarah, Pemkot Solo Punya Program Gerakan Kunjungi Museum

Budi Arista Romadhoni Selasa, 07 Desember 2021 | 17:49 WIB

Tak Ingin Kehilangan Sejarah, Pemkot Solo Punya Program Gerakan Kunjungi Museum
Salah satu koleksi yang ada di Museum Keris Solo. Pemerintah Kota Surakarta mengajak para pelajar mencintai museum dengan meluncurkan Gerakan Wajib Kunjungi Museum. [ANTARA/Aris Wasita]

Pemerintah Kota Surakarta mengajak para pelajar mencintai museum dengan meluncurkan Gerakan Kunjungi Museum

SuaraSurakarta.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengajak para pelajar mencintai museum dengan meluncurkan Gerakan Kunjungi Museum di Museum Radya Pustaka Solo, Selasa (7/12/2021).

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Surakarta Agus Santosa mengatakan gerakan wajib mengunjungi museum merupakan gerakan inisiasi untuk para siswa atau pelajar di Kota Surakarta.

"Museum dengan segala isinya merupakan gudang peninggalan masa lalu baik prasejarah dan sejarah," katanya.

Dengan menyambangi museum, dikatakannya, para siswa bisa mempelajari sejarah dan peninggalannya untuk mengembangkan pengetahuan serta ilmu pengetahuan dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan kemajuan bangsa.

Baca Juga: Rakerkot Tuntas, Perbakin Solo Kini Menatap Agenda Muskot Bulan Depan

Menurut dia, para siswa bisa mengunjungi 18 museum pemerintah maupun swasta yang ada di Kota Solo.

Sebanyak 18 museum yang ada di Solo yakni Museum Radya Pustaka, Museum Keris Nusantara, Monumen Pers Nasional, Museum Lokananta, Museum Bank Indonesia, Museum RRI, Temurun, Samanhudi, Batik Gunawan, Museum Batik Keris, Museum Lukis Dullah, Museum Astana Oentara Laya, Museum UNS Surakarta, Museum Pura Mangkunegaran, Museum Danar Hadi, Museum Musik Kamsidi, Museum Samanhudi, dan Museum Keraton Kasunanan Surakarta.

"Dengan mengunjungi museum pelajar bisa menambah ilmu khususnya sejarah karena museum merupakan gudangnya ilmu. Sedikit sekali warga yang mau mengunjungi museum," katanya.

Pada peluncuran tersebut ada 60 siswa SMP dan SMA yang melakukan kunjungan ke sejumlah museum, di antaranya Radya Pustaka, Temurun, Monumen Pers, Lokananta, dan terakhir Museum Keris Nusantara.

"Sebagai tunas bangsa ke depan, anak-anak merupakan sasaran pengenalan museum untuk pembelajaran. Nantinya ada edaran untuk sekolah agar berwisata ke museum," katanya.

Baca Juga: Kocak! Absen Gunakan Mobil Dinas Wali Kota, Gibran: Ban Mbledos

Sementara itu, Surakarta sebagai deklarator kota terbentuknya Jaringan Kota Pusaka Indonesia sekaligus sebagai Ibu Kota Pemajuan Kebudayaan karena seni budaya bisa memberikan nilai kesejahteraan pada masyarakat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait