facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Aset Tommy Soeharto Diburu Satgas BLBI, Ini Bisnis Pangeran Cendana di Kota Solo

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 20 November 2021 | 14:46 WIB

Aset Tommy Soeharto Diburu Satgas BLBI, Ini Bisnis Pangeran Cendana di Kota Solo
Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar IV di Jakarta, Kamis (15/9). [suara.com/Oke Atmaja]

Tommt Soeharto masih menghutang kepada negara sebanyak Rp2,6 triliun, asetnya pun kini diburu oleh satgas BLBI

SuaraSurakarta.id - Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto masih menjadi buruan Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). 

Putra bungsu mendiang Presiden Soeharto itu masih mengutang kepada negara Rp2,6 triliun terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) 1998.

Satgas BLBI pun terus memburu aset sosok yang dijuluki Pangeran Cendana itu. Bagaimana dengan aset yang berada di Kota Solo?

Menyadur dari Solopos.com Tommy Soeharto memiliki banyak bisnis lewat Grup Humpuss baik dari sektor transportasi, perdagangan, konstruksi, properti hingga otomotif. Di Kota Solo tentu saja kita mengenal dengan Lorin Hotel dan Syariah Hotel. 

Baca Juga: Aset Disita BLBI, Mahfud MD Bilang Tommy Soeharto Sewakan Tanah yang Dijaminkan Negara

Berikut deretan bisnis Tommy Soeharto: 

1. Humpuss

PT Humpuss merupakan perusahaan yang didirikan oleh Tommy Soeharto pada tahun 1984. Berkantor pusat di Gedung Granadi Jakarta, sebuah aset properti milik Yayasan Supersemar yang sempat disengketa pengadilan akibat kasus penyelewengan dana yayasan.

Melalui laman resmi perusahaan, usaha ini bergerak di sektor pelayaran, pesawat charter, pertambangan, distribusi migas dan bahan kimia, pertanian, petrochemical, properti, hingga manajemen aset.

Tommy Soeharto menjabat sebagai Komisaris Utama. Humpuss adalah holding dari PT Humpuss Intermoda Transportasi, PT Humpuss Pengolahan Minyak, PT Humpuss Patragas, PT Humpuss Trading.

Baca Juga: Aset Tanah Milik Tommy Soeharto di Dawuan Karawang Disita BLBI

Pada tahun 1986, perusahaan membangun Ekaputra yang menjadi kapal pertama dengan bobot 78.988 DWT. Hal tersebut membuat rekor kapal LNG terbesar di dunia pada saat itu. Humpuss pun banyak menerima kontrak pengiriman dari BUMN migas Pertamina.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait