Maksura, Ruang Khusus Tempat Shalat Raja Keraton Kasunanan di Masjid Agung Solo

Maksura merupakan ruangan yang dipakai untuk tempat shalat Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Paku Buwono (PB) bersama permaisuri dan putra-putrinya.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 07 November 2021 | 17:10 WIB
Maksura, Ruang Khusus Tempat Shalat Raja Keraton Kasunanan di Masjid Agung Solo
Pengurus Masjid Agung Solo sedang menunjukkan ruangan Maksura tempat shalat bagi raja Keraton Kasunanan Surakarta. [Suara.com/Ari Welianto]

SuaraSurakarta.id - Masjid Agung Solo dibangun seiringan dengan berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta setelah pindah dari Keraton Kartasura.

Hingga saat ini Masjid Agung masih berdiri tegak dan kokoh. Jamaah yang datang pun banyak dan menjadi salah satu kebanggaan Kota Solo.

Dalam Masjid Agung terdapat ruang transit dan Maksura. Maksura merupakan ruangan yang dipakai untuk tempat shalat Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Paku Buwono (PB) bersama permaisuri dan putra-putrinya. 

Maksura itu terletak di sebelah kiri tempat imam atau diantara tempat imam dengan ruang transit. 

Baca Juga:Waduh! Soko Guru Masjid Agung Solo Dimakan Rayap, Begini Kondisinya

"Dulu di Masjid Agung ada tempat salat untuk Sinuhun. Ini sudah ada sejak awal masjid dibangun," ujar Ketua Pengurus Masjid Agung Solo, Muhtarom, Minggu (7/11/2021).

Dulu, Sinuhun bersama keluarga serta petinggi-petinggi keraton sering salat di Masjid Agung Solo. Ketika Sinuhun akan shalat di Masjid Agung, akan ganti pakaian di ruang transit. 

Di ruang transit tersebut terdapat lengkap dengan padasan. Ruang transit terletak di sudut barat daya bangunan utama Masjid Agung.

"Di sana juga ada ruangan khusus ganti Sinuhun," katanya.

Muhtarom menjelaskan, dulu Raja Keraton Kasunanan Surakarta merupakan simbol politik. Jadi keberadaan ruang Maksura itu untuk pengamanan raja dan keluarganya saat shalat di Masjid Agung.

Baca Juga:Lestarikan Prajurit Bersejarah Keraton Surakarta, Gibran: Sebagai Daya Tarik Wisata

"Raja itu kan tokoh politik, ya perlu diamankan, istilahnya kepala negara. Jadi butuh tempat privasi," ungkap dia.

Menurutnya, dulu itu Maksura ada batas keliling dengan tinggi beberapa meter. 

Maksura dibangun dengan berdinding kaca berwarna yang dibangun di kuadran barat daya ruang utama masjid.

Saat ini keberadaan Maksura sudah tidak ada dan pembatasnya pun sudah tidak ada.

"Saya kurang tahu, kapan terakhir Maksura itu digunakan," sambungnya.

Difungsikan lagi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak