alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wow! Ada Makam Misterius di Dekat Bundaran Patung Bung Karno Solo Baru, Ini Kisahnya

Budi Arista Romadhoni Kamis, 28 Oktober 2021 | 08:51 WIB

Wow! Ada Makam Misterius di Dekat Bundaran Patung Bung Karno Solo Baru, Ini Kisahnya
Makam misterius di trotoar Jl Tanjung Anom, Grogol, Sukoharjo, Rabu (27/10/2021). [Solopos/Candra Putra Mantovani]

Makam misterius terdapat di dekat bundaran patung bung karno solo baru, dan masih ada hubungannya dengan keraton solo

SuaraSurakarta.id - Jalan di Solo Baru Kabupaten Sukoharjo digegerkan dengan makam kuno. Makam tersebut beradar di trotoar tepat di pinggir jalan raya. 

Makam misterius di trotoar jalan utama Solo Baru tak jauh dari bundaran Patung Bung Karno, Tanjung Anom, Grogol, Sukoharjo, diyakini merupakan makam hewan klangenan milik Raja Keraton Solo Paku Buwono (PB) X.

Menyadur dari Solopos.com, hewan itu berjenis kucing candramawa dan di makamkan di Kawasan Solo Baru tersebut. 

Dimintai tanggapannya mengenai hal tersebut, canggah dalem Paku Buwono X, KRMT L Nuky Mahendranata, membenarkan makam di trotoar Solo Baru tersebut merupakan makam kucing jenis candramawa.

Baca Juga: Pernah Bekerja di Perusahaan Kereta Api Belanda, KAI Bangun Patung Bung Karno di Semarang

Kucing itu diyakini berwarna hitam dan bernama Nyai Tembong. Menurutnya, kucing itu merupakan salah satu hewan kesayangan Paku Buwono X saat itu. Ceritanya tersebut dikuatkan dengan tulisan yang terdapat pada kijing makam.

“Dulu di kawasan tersebut tempat pemakaman klangenan dalem. Di sebelah patung Bung Karno itu juga dulu sejarahnya tempat memandikan kerbau dan gajah milik Keraton,” bebernya mengenai makam misterius di Solo Baru, Rabu (27/10/2021).

Nuky menambahkan fakta bahwa dulu kawasan itu merupakan makam klangenan dalem PB X juga dibuktikan dengan banyaknya penemuan kerangka hewan saat warga setempat hendak membangun rumah.

Upacara Adat dan Sesajen

Dalam sejarahnya, saat masih menjadi kawasan agraris, makam tersebut kerap diupacarakan adat dengan sesajian oleh para petani. Upacara adat tersebut dulunya dimaksudkan demi keberhasilan panen dan menjauhkan dari hama tikus.

Baca Juga: Wow! Patung Bung Karno Tertinggi di Dunia Bakal Diresmikan Sore Ini

“Karena itu makam kucing, dulu kerap ada sesajen dari para petani. Maksudnya agar terlindungi dari serangan hama tikus karena kucing predator alami tikus. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi [upacara adat] karena memang sudah bukan areal persawahan,” ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait