Jangan Lupakan Sejarah! Peristiwa 1 Oktober, Ada Bom Bali dan Kesaktian Pancasila

Peristiwa 1 Oktober menjadi masa kelam bangsa Indonesia, ada dua peristiwa besar yang membuat masyarakat menangis

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 01 Oktober 2021 | 08:10 WIB
Jangan Lupakan Sejarah! Peristiwa 1 Oktober, Ada Bom Bali dan Kesaktian Pancasila
Mengenang 13 tahun tragedi bom Bali I di Monumen Bom Bali, Legian, Kuta, Bali, Senin (12/10).

SuaraSurakarta.id - Pada 1 Oktober mengingatkan kita pada dua peristiwa besar di Indonesia. Peristiwan yang menyakitkan bagi bangsa Indonesia. 

Sejarah pun mencatat terdapat dua peristiwa kelam pada 1 Oktober ini. Hal itu tidak akan bisa dilupakan oleh masyarakat.  

Lalu apa saja peristiwa 1 Oktober itu? berikut infomasi yang dikutip dari terkini.id.

1. Bom Bali

Baca Juga:15 Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 2021, Bisa Jadi Caption Media Sosial

Bom bali (DW)
Ilustrasi Bom bali (DW)

Teror bom terjadi tepat tanggal 1 Oktober tahun 2005 silam. Ada 3 bom yang meledak saat itu. 2 di Jimbaran, lainnya di Kuta. Ledakan itu membuat 26 orang tewas. Kebanyakan korban itu adalah warga asing.

Serangan bom ini merupakan yang kedua kalinya di Bali sejak Bom Bali 2002. 

Selain korban tewas juga terdapat pula wisatawan dan warga lokal yang menderita luka-luka. Jumlahnya pun tidak sedikit sampai 196 orang.

3. Kesaktian Pancasila

Upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila di lapangan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila di lapangan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (1/10). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Hari Kesaktian Pancasila berkaitan erat dengan peristiwa Gerakan 30 September PKI (G30S PKI). G30S PKI adalah peristiwa pembantaian enam jenderal serta beberapa lainnya oleh sekelompok orang yaitu dari Partai Komunis Indonesia.

Baca Juga:Gladi Resik Jelang Hari Kesaktian Pancasila

Gejolak yang timbul ini pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Kemudian dinamakan Hari Kesaktian Pancasila.

Berita Terkait

Simak perbedaan antaraHari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila agar tidak salah lagi.

yoursay | 13:22 WIB

Artis papan atas Indonesia, Luna Maya sedang dikabarkan dekat dengan aktor tampan, Maxime Bouttier.

denpasar | 10:15 WIB

Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra dan Gubernur Bali Wayan Koster dianggap blunder lantaran melarang masyarakat memviralkan aksi tak senonoh turis di Bali.

denpasar | 09:21 WIB

Lantas, apa perbedaan Hari Lahir Pancasila dan Kesaktian Pancasila?

news | 11:25 WIB

Perintaan itu pun sampai ke kuping Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri.

deli | 11:20 WIB

News

Terkini

Khusus di Phnom Penh, suhu di kota ini bisa mencapai 38 derajat celcius, meski dalam beberapa hari terakhir sudah menurun 33-34 derajat celcius.

News | 10:59 WIB

Hadir dalam Ketua DPC PDIP, FX Hadi Rudyatmo didampingi jajaran pengurus dan Ketua DPD II Partai Golkar Solo, Sekar Tanjung juga didampingi pengurus.

News | 10:49 WIB

Selvi Ananda mendapat ucapan tidak senonoh.

News | 19:16 WIB

Gibran mengakui kena marah saat menertibkan baliho atau spanduk tersebut.

News | 18:37 WIB

Sesosok mayat ditemukan warga di tempat pemakaman umum (TPU) dalam posisi menggantung.

News | 13:30 WIB

Kapolresta menjelaskan untuk menindaklanjuti laporan ini akan melangkah dengan urut-urutan kerja berdasarkan scientific crime investigation.

News | 13:22 WIB

Nantinya, kontingen berjumlah 500 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, hingga official terbang dari Bandara Adi Soemarmo, Boyolali menuju Phnom Penh dengan pesawat carter.

News | 18:42 WIB

Pergerakan ekonomi turut menggerakkan aspirasi perusahaan, merek, maupun lembaga-lembaga untuk peduli terhadap bumi kita.

News | 16:59 WIB

Kedatangan mereka karena mengeluhkan aturan baru pembelian gas Elpiji 3 kg menggunakan syarat foto copy (FC) Kartu Keluarga (KK) dan KTP.

News | 16:40 WIB

Tersangka membunuh dengan cara memukul di bagian belakang kepala sampai tiga kali.

News | 13:29 WIB

Tersangka bernama Suyono alias Yono (50) warga Laweyan, Kota Solo diciduk usai membunuh Rohmadi alias Madun (51).

News | 13:22 WIB

Suyono memutilasi korban dan memasukkan potongan tubuh di sejumlah pastik sebelum dibuang ke sungai.

News | 12:59 WIB

Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya sebuah kursi berwarna merah.

News | 12:42 WIB

Korban bernama Rohmadi alias Madun (51) warga Keprabon, Banjarsari, Solo yang sejumlah anggota tubuhnya ditemukan di sejumlah lokasi.

News | 12:21 WIB

Tim gabungan Polres Sukoharjo dan Polresta Solo yang dibackup Ditreskrimum Polda Jateng berhasil menangkap tersangka pembunuhan dan mutilasi di Solo.

News | 11:29 WIB
Tampilkan lebih banyak