alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Siapa yang Merusak Batu Nisan Pemakaman Muslim Desa Wonosari?

Siswanto Jum'at, 24 September 2021 | 16:07 WIB

Siapa yang Merusak Batu Nisan Pemakaman Muslim Desa Wonosari?
Ilustrasi makam [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Penggali makam bernama Marikun (59) mengatakan perusakan batu nisan sudah sejak sekitar tiga bulan lalu. Dia tidak mengetahui siapa yang merusak.

SuaraSurakarta.id - Sejumlah batu nisan di pemakaman muslim Desa Wonosari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dirusak. Sebagian batu nisan terlepas dari gundukan makam, sebagian lagi terbelah.

Penggali makam bernama Marikun (59) mengatakan perusakan batu nisan sudah sejak sekitar tiga bulan lalu. Dia tidak mengetahui siapa yang merusak.

Selama ini, tiap-tiap makam di pemakaman muslim tersebut hanya ditandai nomor urut.

“Dari dulu hanya dikasih tenger (tanda) seperti ini (nomor urut). Ada warga (ahli waris) kepengin dikasih yang bagus seperti itu (batu nisan). Mungkin ada warga lain yang tidak suka,” ujarnya dalam laporan Jatengnews.

Baca Juga: Pemkot Padang Didesak Tambah Lahan Pemakaman Umum

Pengurus Forum Komunikasi Masjid Mushala Mojo yang juga pengelola pemakaman muslim Polokarto Supriyanto mengatakan kasus tersebut baru mencuat setelah ahli waris mengetahui batu nisan yang ada di makam keluarganya rusak.

“Kebetulan (ahli waris) ketemu saya sudah saya beri penjelasan kalau ini kejadian sudah sekitar tiga bulan yang lalu,” kata dia.

Kasus tersebut sudah diketahui polisi Sukoharjo dan beberapa waktu lalu polisi Polokarto mempertemukan keluarga dan pengelola makam untuk mencari cara menyelesaikannya.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga dan pengelola makam sama-sama meminta maaf dan setuju untuk menyelesaikan masalah dengan cara kekeluargaan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan penyelesaian secara restorative justice diambil karena hanya terjadi kesalahpahaman.

Baca Juga: Prosesi Pemakaman Ustaz Alex Diwarnai Tangis Haru

“Tentu kita dorong untuk penerapan restorative justice. Karena ini masalah perjanjian dari pihak keluarga. Tapi sebenarnya itu sudah menjadi aturan untuk dimakamkan di tempat itu,” katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait