facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kabar Gembira Iki Lur! Kasus Covid-19 di Solo Turun, Ruang Isolasi RSBK Kosong

Ronald Seger Prabowo Kamis, 16 September 2021 | 19:00 WIB

Kabar Gembira Iki Lur! Kasus Covid-19 di Solo Turun, Ruang Isolasi RSBK Kosong
Salah satu ruangan isolasi Covid-19 yang sudah kosong di Rumah Sakit Bung Karno (RSBK) [Suara.com/Ari Welianto]

Ruangan isolasi ini mulai kosong sejak minggu ini dan bisa bertahan seterusnya.

SuaraSurakarta.id - Trend Kasus Covid-19 Kota Solo cenderung terus menurun. Ruang untuk pasien di rumah sakit-rumah sakit mulai kosong. 

Ini tampak terlihat di Rumah Sakit Bung Karno (RSBK) Solo untuk rawat inap pasien Covid-19 sudah kosong.

"Alhamdulillah, ruang isolasi sudah kosong. Itu baik isolasi rawat inap IGD maupun ICU untuk Covid-19," terang Direktur RSBK Solo, Wahyu Indianto saat ditemui, Kamis (16/9/2021).

Wahyu pun menunjukkan ruang isolasi yang dipakai untuk merawat pasien Covid-19 sudah kosong. Ruangan isolasi ini mulai kosong sejak minggu ini dan bisa bertahan seterusnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Mulai Hidup Berdampingan Dengan Covid-19

"Mudah-mudahan kita lebih taat protokol kesehatan. Sehingga kondisi ini bisa dipertahankan dan Covid-19 bisa berakhir," ungkap dia. 

Meski sudah kosong, ruangan isolasi ini akan tetap dipersiapkan atau standby. Karena balum tahu kapan pandemi Covid-19 ini selesai.

"Kita itu masih masuk dimasa inter pandemi. Jadi kita belum tahu mau sampai kapan," katanya.

Wahyu menegaskan, apalagi saat sudah masuk level 3 dan beberapa kegiatan sudah dilonggarkan. Ini akan dilihat minggu depan seperti apa.

"Kita masih standbykan, apalagi dengan kondisi saat ini. Harapan kita kasus terus turun dan tidak ada lonjakan lagi, tapi kami siap," papar dia.

Baca Juga: Luna f(x) Segera Rilis Lagu Solo di Agensi Barunya

Kasus Covid-19 pada gelombang itu puncaknya dipergeseran Juli ke Agustus. Dulu sempat mencapai 70 pasien Covid-19, di IGD pun sampai antre. 

"Waktu itu kita sudah siapkan satu lantai lagi untuk ruang Covid-19 di lantai 6. Tapi kita rekrutmen relawan tidak ada yang daftar, jadi sudah siap semua," imbuhnya.

Fokus saat ini memperbaiki fasilitas yang rusak, seperti ada yang patah. Jadi jika sewaktu-waktu dibutuhkan sudah siap dipakai.

Untuk pelayanan umum, awal-awal pandemi sempat ditutup dan dibuka kembali. Tapi sekarang perlu dikembangkan lagi agar masyarakat mau periksa.

"RSBK aman dan jalurnya pun jelas. Jadi perlu dikembangkan lagi," ucapnya.

Sementara itu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan trend kasus Covid-19 di Solo terus turun.

Angka-angkanya sudah benar-benar turun, kasus harian maupun yang isolasi mandiri serta BOR juga turun," tandasnya. Namun, masyarakat tetap tidak abai dan menerapkan protokol kesehatan.

"Prokes harus tetap dipatuhi, jangan abai. Kita tidak ingin kasusnya naik lagi ke level 4, kita optimis bisa turun ke level 2 hingga tidak ada kasus," papar dia.

Pelonggaran kegiatan masyarakat akan terus dilakukan tapi secara terbatas. Kesadaran masyarakat sangat diperlukan dan penting sekali.

Satpol PP akan terus memantau kondisi di lapangan hingga dilakukan swab acak ditempat.

"Butuh kesadaran masyarakat. Kita tidak bisa setiap hari itu mengingatkan dan memantau," pungkas dia.

Kontributor : Ari Welianto

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait