facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mayoritas Mantan Napiter Tolak Divaksin, Jebolan Bom Bali I: Banyak yang Belum Percaya

Ronald Seger Prabowo Sabtu, 28 Agustus 2021 | 13:38 WIB

Mayoritas Mantan Napiter Tolak Divaksin, Jebolan Bom Bali I: Banyak yang Belum Percaya
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar saat meninjau vaksinasi eks napiter di RSUD Bung Karno Solo. [Suara.com/Ari Welianto]

Bang Jack mengatakan mereka yang tidak di vaksin karena percaya hoaks.

"Ada yang lama, ada juga yang sebentar. Ya, tinggal pandai-pandai kita bagaimana," sambungnya.

Dalam vaksinasi dosis pertama hari ini di RSUD Bung Karno ada 25 eks napiter. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Solo, Cilacap, Batang, hingga Pemalang. 

"Kalau total di Jateng itu sudah ada 40 eks napiter yang di vaksin. Sebenarnya untuk vaksin bagi teman-teman eks napiter sudah sejak beberapa bulan lalu, tapi karena banyak yang belum mau akhirnya berlangsung sekarang," imbuh dia. 

Dengan vaksin ini berharap bisa menarik dan memotivasi bagi teman-teman yang lain mau datang untuk vaksin.

Baca Juga: Wamenkeu: Anggaran Impor Vaksin Covid-19 Capai Rp47 Triliun pada 2021

"Kita ikuti program pemerintah apapun itu. Karena kita hidup di Indonesia dan ini adalah negara kita," ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar mengajak semua mitra binaan BNPT dalam hal ini eks napiter untuk bisa di vaksin.

"Dengan eks napiter di vaksin ini bisa membantu meluruskan informasi yang berkaitan dengan masalah vaksin. Karena ada pihak-pihak yang mencoba memberikan informasi yang tidak benar tentang vaksin," papar dia.

Boy menambahkan, akan terus menyakinkan mereka untuk ikut vaksinasi. 

"Vaksinasi eks napiter ini sudah beberapa kali kita gelar. Tidak hanya di wilayah sini tapi juga di wilayah lain, belum lama ini di Karanganyar, sekarang Solo," tandasnya.

Baca Juga: 5 Alasan Tidak Perlu Cetak Sertifikat Vaksin, Rawan Kebocoran Data Diri

Sementara itu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan  bahwa Solo Raya masih PPKM level 4, namun ia meminta masyarakat untuk tidak resah karena keadaan sudah semakin membaik. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait