Kisah Samanhudi, Seorang Saudagar Batik dan Pahlawan Pergerakan Indonesia dari Kota Solo

Samanhudi pahlawan dari Kota Solo itu dianugerahi gelar pahlawan pergerakan nasional

Budi Arista Romadhoni
Senin, 16 Agustus 2021 | 18:14 WIB
Kisah Samanhudi, Seorang Saudagar Batik dan Pahlawan Pergerakan Indonesia dari Kota Solo
Pahlawan Nasional Samanhudi. [Wikipedia]

Pada 1913, Samanhudi pun diangkat sebagai Ketua Sarikat Indonesia (SI) seluruh Indonesia. 

Dikutip dari buku Haji Samanhudi (1983) karya Mulyono, nama lahir Samanhudi adalah Wirjowikoro, nantinya dikenal dengan nama Sudarno Hadi. Nama Samanhudi dipakai setelah Wirjowikoro menunaikan ibadah haji.

Ayah Samanhudi merupakan seorang pengusaha kain batik

Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Samanhudi semasa kecil memperoleh pendidikan agama Islam dan pendidikan umum di SD Bumiputera kelas satu di Surabaya.

Baca Juga:Layanan Purna Jual Mitsubishi Indonesia Berikan Kontribusi Terhadap Pemasaran Juli 2021

Samanhudi di Surabaya tidak hanya belajar tapi juga berdagang. Dengan ilmu yang diperoleh membuat Samanhudi terjun ke dunia perdagangan batik. 

Jiwa dagangnya sudah ada sejak lama dan mudah menarik hati masyarakat. 

Sebagai saudagar, dia mengadakan hubungan dagang dengan pedagang diberbagai kota, seperti Surabaya, Bandung, Purwokerto, dan Banyuwangi. 

Tidak hanya diberbagai kota di Indonesia tapi juga dengan orang-orang China dan Arab. 

Meninggal

Baca Juga:Pemerintah Bersiap Evakuasi Warga Negara Indonesia dari Afghanistan

Pada 1920, kesehatan Samanhudi mulai terganggu. Kondisinya itu membuatnya tidak bisa aktif lagi di dalam organisasi. 

Meski sakit dan kondisi menurun, namun Samanhudi masih bisa menginspirasi ide-ide terhadap pergerakan nasional waktu itu.

Pada 28 Desember 1956, Samanhudi wafat di Klaten. Beliau dimakamkan di Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. 

Untuk menghormati dan mengenang perjuangan Samanhudi sebagai pahlawan pergerakan. Yayasan Warna Warni mendirikan Museum Haji Samanhudi di Laweyan pada 2008 silam.  

Namun, pada 2012 lalu Museum Haji Samanhudi dipindah di Jalan KH Samanhudi Nomor 75 Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan tepatnya di balai Kantor Kelurahan Sondakan.

Pada museum tersebut menampung sejumlah dokumen tentang kehidupannya, terutama tentang kisah dan perjuangannya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak