Dirinya juga mengajak masyarakat untuk memahami mengapa orang beragama di Indonesia belum menjadi jaminan jika agamanya bagus. Menurutnya, dengan keterbatasan kecerdasan, maka ajaran agama yang bagus tidak sepenuhnya bisa diserap.
"Kadang atau sering kali malah disalahpahami. Ketika orang lain atau kita sendiri dikritik tentang pemahaman agama yang salah, kita malah yang emosi dan marah," paparnya.
"Dengan kecederdasan yang terbatas, emosi kita tidak bisa dikelola dan kemudian menuduh orang lain menghina agama kita. Padahal maksudnya bukan seperti itu. Nah itu yang sering terjadi di Indonesia," tegas dia.
Catatan Redaksi:
Baca Juga:5 Hits Bola: Cavani Absen Lawan Leeds, MU Siap Andalkan Trisula Ini
Konten/artikel ini sudah diperbaiki, ditambahi konteks, sekaligus penjelasan lebih lanjut dari sumber/pemilik postingan aslinya yaitu Nana Padmo. Ini demi meluruskan serta memperbaiki kesalahpahaman karena sumber yang sebelumnya dikutip hanya akun medsos yang meng-capture postingan tersebut beserta reaksi warganet, yang sebagian sebenarnya tak mengetahui konteks postingan aslinya. Demikian kami sampaikan, dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan