Marak Baliho Tokoh Politik di Solo Raya, Partai Politik Emoh Disalahkan

Pemasangan baliho tokoh politik di Solo Raya marak terjadi, partai politik emoh disalhkan

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 12 Agustus 2021 | 06:56 WIB
Marak Baliho Tokoh Politik di Solo Raya, Partai Politik Emoh Disalahkan
Salah satu baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang terpasang di Jalan Kapten Mulyadi Solo. [Suara.com/Ari Welianto]

SuaraSurakarta.id - Baliho bergambar tokoh politik nasional marak di Solo Raya. Dari tokoh politik PDI Perjuangan, Partai Golkar, hingga PKB. 

Yang menjadi pertanyaan, apakah mereka tidak memikirkan masyarakat yang kesulitan di tengah pandemi daripada menyiapkan pilpres 2024?

Pengurus PDIP, Partai Golkar, dan PKB di Kabupaten Wonogiri menegaskan pemasangan gambar tokoh bukan berarti tokoh/partai tidak memikirkan masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat terdampak pandemi Covid-19.

Tokoh/partai mengklaim sudah berperan besar membantu masyarakat. Terkait pemasangan gambar tokoh dipandang sebagal hal yang biasa dalam berdemokrasi.

Baca Juga:Baliho Ancang-ancang Puan Jelang Pilpres, Tak Bisa Tutup Peluang Ganjar Maju

Menyadur dari Solopos.com, Sekretaris DPC PDIP Wonogiri, Setyo Sukarno mengatakan tak memungkiri telah memasang 25 baliho bergambar Puan Maharani di tepi jalan raya di berbagai kecamatan.

Baliho itu sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Puan yang merupakan kader PDIP sekaligus Ketua DPR perempuan pertama di Indonesia.

Dia membantah tindakan tersebut bertendensi untuk kepentingan 2024.

Wakil Bupati Wonogiri itu tak mempermasalahkan jika ada pihak yang memandang Puan terlalu berambisi untuk berkontestasi pada Pemilihan Presiden (Pilpres 2024).

Menurut Setyo, pandangan itu muncul karena sebelumnya sempat ada informasi di media bahwa Puan dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang juga kader PDIP sama-sama ingin berkontestasi pada Pilpres.

Baca Juga:Waduh! PDIP Solo Bantah Pemasangan Baliho Puan Maharani Instruksi Partai

“Jika masyarakat berpandangan seperti itu sah-sah saja. Itu hak berpendapat mereka. Tapi, kami memasang gambar Ibu Puan bukan untuk kepentingan Pilpres 2024. Itu sebagai bentuk apresiasi saja. Kalau ada pihak yang berpendapat tindakan ini tak etis lantaran sekarang sedang ada pandemi Covid-19, itu juga hak masyarakat,” kata Setyo saat dihubungi Rabu (11/8/2021).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak