facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Resmi! Gibran Tunda PTM di Solo, Ini Alasannya

Ronald Seger Prabowo Rabu, 30 Juni 2021 | 17:12 WIB

Resmi! Gibran Tunda PTM di Solo, Ini Alasannya
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (ketiga dari kanan) menyerahkan “uang fitrah” kepada anak yang mengikuti Salat Idul Fitri di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Kamis (13/5/2021). [Solopos.com/Kurniawan]

Kasus penyebaran Covid-19 di Solo saat ini semakin mengkhawatirkan dan tinggi, sehingga rencana PTM tidak jadi dijalankan.

SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka secara resmi menunda pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada 12 Juli nanti. Penundaan PTM ini dilakukan karena melonjaknya kasus Covid-19 di Solo dan terus meningkat. 

"PTM terpaksa ditunda karena keadaannya seperti ini. Yang jelas kita komitmen agar anak-anak bisa sekolah dengan aman dan nyaman," terang Gibran saat ditemui usai rapat koordinasi Covid-19, Rabu (30/6/2021).

Gibran mengakui, jika kondisi Solo saat ini tidak memungkinkan untuk digelar PTM. Kasus penyebaran Covid-19 di Solo saat ini semakin mengkhawatirkan dan tinggi, sehingga rencana PTM tidak jadi dijalankan.

"Nanti ada simulasi PTM lagi. Jadi PTM sementara ditunda dulu pelaksanannya," ungkapnya.

Baca Juga: Yakin Juli PTM Bisa Digelar, Gibran Akan Beri Vaksin untuk Pelajar

Sebenarnya sudah ada instruksi untuk vaksinasi anak usia 12-17 tahun. Ini sebagai langkah untuk meningkatkan kekebalan anak dan pelaksanaan PTM bisa segera dilakukan.

"Sudah ada instruksi untuk memvaksin anak-anak usia 12-17 tahun. Jadi gurunya di vaksin, siswanya juga di vaksin jadi aman," kata Gibran.

Sementara itu Ketua Satgas Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan jika kasus di Covid-19 di Solo terus meningkat dan banyak anak-anak yang terkonfirmasi positif.

"Kasus anak-anak terpapar Covid-19 tinggi. Jadi rencana PTM kita tunda dulu," sambungnya.

Ahyani juga meminta agar sekolah-sekolah membatasi dulu dan menunda kegiatan-kegiatan. Penundaan PTM ini sebagai upaya untuk melindungi anak-anak jika melihat angka anak terkena Covid-19 tinggi.

Baca Juga: Bantul Zona Merah Covid-19, Bupati: PTM Tunggu Tren Kasus Menurun

"Sebenarnya penularan anak di sekolah itu tidak ada. Justru dari keluarga penularannya yang lebih besar, kan di sekolah itu protokol kesehatannya sangat besar," imbuhnya. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait