Olahraga Kembali Rutin Usai Ramadhan, Ini yang Harus Diperhatikan

Setelah menghentikan atau mengurangi aktivitas olahraga pada Ramadhan, rutinitas kebugaran harus mulai dibangun lagi

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 21 Mei 2021 | 10:40 WIB
Olahraga Kembali Rutin Usai Ramadhan, Ini yang Harus Diperhatikan
Ilustrasi olahraga usai Ramadhan (shutterstock)

SuaraSurakarta.id - Selama Bulan Ramadhan, sebagian orang akan mengurangi aktivitasnya termasuk Olahraga. Bagaimana setelah lebaran?

Setelah sebulan menjalani ibadah puasa Bulan Ramadhan, banyak dari Anda ingin kembali melakukan aktivitas secara rutin termasuk untuk tujuan dalam transformasi tubuh melalui olahraga. 

Namun, masalah kesehatan bisa muncul ketika kita mengubah rutinitas secara mendadak. Oleh karena itu, dokter dan peneliti bidang kardiovaskuler, Gusti Rizky Teguh Riyanto menyarankan Anda melakukan rutinitas olahraga secara perlahan dan bertahap. 

"Untuk aktivitas fisik, tubuh kita perlu melewati proses adaptasi agar tidak kaget dengan latihan intensif yang mendadak," kata Rizky dilansir dari ANTARA, Kamis (21/5/2021).

Baca Juga:Selama Ramadhan, Baznas Depok Berhasil Kumpulkan Zakat Rp11 Miliar

Dia mengatakan, sebagian besar masalah kesehatan yang timbul saat memulai latihan intensitas tinggi terjadi karena kita memaksa tubuh untuk bergerak tanpa beradaptasi. 

Jantung Anda mungkin belum siap menghadapi rutinitas intensif. Ketika ini terjadi, serangan jantung dapat muncul, disertai risiko kesehatan lainnya seperti aritmia. Gejala yang dirasakan yaitu nyeri dada, sesak, atau pingsan. 

Selain itu, kemungkinan terjadinya cedera tulang, sendi, dan otot juga meningkat, dan tubuh bisa mengalami kram, keseleo/terkilir, atau bahkan patah tulang. 

Rizky menuturkan, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda perhatikan yakni memastikan selalu kapasitas tubuh sebelum memulai rutinitas olahraga, mengondisikan asupan nutrisi.

Selain itu, memastikan jadwal tidur atau istirahat Anda normal sehingga Anda merasa segar saat berolahraga, dan mulai dengan latihan dengan intensitas lebih rendah kemudian perlahan tingkatkan intensitasnya hingga Anda kembali ke rutinitas yang sesuai. 

Baca Juga:Doyan Olahrga Cuma Waktu Akhir Pekan Ternyata Bahaya Banget, Kenapa?

"Saya sarankan untuk memulai dengan olahraga ringan seperti jalan pagi selama 30 menit," ujar Rizky. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak