alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Asing Masuk Indonesia Saat Larangan Mudik, Ini Kata Politisi PDIP

Ronald Seger Prabowo Rabu, 12 Mei 2021 | 03:40 WIB

Warga Asing Masuk Indonesia Saat Larangan Mudik, Ini Kata Politisi PDIP
Ogi, warga Cikupa Tangerang, dicegat petugas Pos Penyekatan Mudik Sumber Artha, Kalimalang, Bekasi, karena kedapatan hendak mudik ke Kuningan, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Kedatangan warga asing tersebut menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

SuaraSurakarta.id - Sejumlah warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia, meskipun perbatasan internasional sudah ditutup jelang libur Lebaran. Terbaru, sebanyak 157 WNA asal China mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, pada Sabtu (8/5/2021).

Tak pelak, kedatangan warga asing tersebut menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Terlebih pemerintah juga mengeluarkan kebijakan larangan mudik.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi lV DPR RI Aria Bima, angkat bicara.

Menurutnya, kedatangan warga asing dengan larangan mudik lebaran merupakan dua hal yang berbeda. Menurutnya, WNA yang masuk Indonesia lebih mudah dan bisa terpantau dalam penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Pelni Angkut 1.992 Penumpang Selama Larangan Mudik

"Benar bahwa adanya warga asing yang memasuki wilayah indonesia. Itupun petugas langsung memberikan screanning," kata Aria Bima dalam pertemuan virtual dengna awak media Solo, Selasa (11/5/2021).

"Semua didata dengan jelas. Selain itu, mereka langsung dilakukan swab dan isolasi mandiri di sejumlah hotel di dekat bandara selama 20 hari," jelasnya.

Meski diperbolehkan masuk, Aria Bima memastikan semua WNA itu harus mematuhi aturan prokes ketat sebelum mereka melakukan aktivitas keperluan di Indonesia.

Selain itu, dia menegaskan berbeda permasalahan di saat pemerintah melakukan larangan mudik di indonesia yang jumlahnya lebih besar.

"Berbeda permasalahannya. Larangan mudik kali ini, sangat rawan penyebaran Covid-19. Karena jika tidak diantisipasi hal itu kasusnya bisa meledak seperti Negara India," tegas anggota DPR RI Dapil Jateng V tersebut.

Baca Juga: Terminal Kalideres Hanya Berangkatkan Dua Penumpang

Untuk itu, Aria Bima berharap masyarakat bisa menahan diri untuk tidak mudik dahulu. Namun jika diketahui tetap melakukan larangan mudik, maka pemerintah memberlakukan screanning mulai swab hingga harus berisolasi di tempat yang sudah disediakan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait