alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nekat Mudik! Kisah Didik Mengendarai Bajaj dari Jakarta ke Boyolali

Budi Arista Romadhoni Kamis, 06 Mei 2021 | 16:09 WIB

Nekat Mudik! Kisah Didik Mengendarai Bajaj dari Jakarta ke Boyolali
Gunakan Bajaj sampai Kota Semarang, Didik nekat mudik dari Jakarta menuju Boyolali. [Jatengnews.id]

Didik warga tebet jakarta selatan nekat mudik ke Boyolali menggunakan bajaj

SuaraSurakarta.id - Mudik lebaran dilarang oleh pemerintah pusat maupun daeran. Namun demikian, tetap ada masyarakat yang nekat mudik di tengah pandemi Covid-19. 

Salah satunya pemudik bernama Didik, 35. Ia nekat mudik lebaran ke Kabupaten Boyolali menggunakan bajaj

Meski dilarang Didik nekat mudik demi bisa lebaran bersama keluarga. Ia rela menempuh perjalanan panjang dari Jakarta dengan naik bajaj, kendaraan yang setiap hari digunakan untuk mengais rezeki di Ibukota Jakarta.

Dilansir dari Jatengnews.id, pria yang tinggal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan itu mengaku baru kali pertama pulang kampung sejak diberlakukan larangan mudik sejak tahun lalu imbas pandemi Covid 19.

Baca Juga: Hari Pertama Larangan Mudik, Kondisi Stasiun Pasar Senen Tampak Sepi

Larangan itu juga berlaku pada 2021 ini. Ia mengatakan tak ingin lagi kesepian merayakan lebaran seorang diri di perantauan.

“Dari Tebet sekitar pukul 20.00 WIB. Ini sampai Semarang pukul 12.00 WIB dan sudah berhenti empat kali. Nanti sampai Boyolali sekitar pukul 15.00 WIB,” ucap Didik saat berhenti di sebuah warung depan Lapas Semarang, Kota Semarang Selasa (4/5/2021).

Meskipun nekat mudik, Didik mengaku was-was saat di perjalanan. Hal itu karena ramai pemberitaan tentang larangan mudik 2021 sekaligus adanya penyekatan jalan yang dilakukan oleh petugas keamanan untuk mengantisipasi pemudik.

“Mau tidak mau ya harus mudik sekarang, sebelum tanggal 6 Mei nanti kan sudah dilarang,” imbuhnya.

Kekhawatiran Didik memuncak saat melewati wilayah perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah sepanjang daerah Bekasi sampai Brebes yang akan dijaga ketat dengan adanya pos-pos penjagaan penyekatan oleh petugas.

Baca Juga: Satgas Covid-19: Pemudik Nekat Jadi Beban Berat Buat Pemerintah

Namun, ia mengaku lolos dari penyekatan tanpa hambatan selama perjalanan.

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!

Baca Juga

Berita Terkait