alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Curhatan Pilu Sopir Usai Larangan Mudik: Anak dan Istri Kami Kelaparan

Ronald Seger Prabowo Senin, 03 Mei 2021 | 10:34 WIB

Curhatan Pilu Sopir Usai Larangan Mudik: Anak dan Istri Kami Kelaparan
Cuplikan video sopir daerah curhat ke pemerintah soal larangan mudik. (Instagram Ndorobeii)

Dalam isi curhatannya, sopir tersebut memohon kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib keluarga para sopir daerah.

SuaraSurakarta.id - Larangan mudik lebaran 2021 yang diberlakukan pemerintah tak berhenti menimbulkan pro dan kontra.

Termasuk dari seorang sopir angkutan daerah yang sehari-hari menggantungkan hidup di jalan. Curhatan pilunya pun viral di media sosial.,

Curhatan sopir daerah soal larangan mudik itu viral usai videonya dibagikan pengguna Instagram Ndorobeii, Minggu (2/5/2021). Dalam isi curhatannya, sopir tersebut memohon kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib keluarga para sopir daerah lantaran adanya aturan larangan mudik itu.

Pasalnya, kata pria tersebut, aturan itu membunuh mata pencaharian mereka sebagai sopir angkutan daerah.

Baca Juga: Ratusan Pengendara Diputar Balik di Tol Cileunyi

"Kami para sopir angkutan memohon kepada Bapak Presiden, Gubernur, Walikota dan Bupati. Dengan menutup pintu keluar masuk provinsi dan kabupaten secara tidak langsung membunuh mata pencaharian kami," ujar sang sopir dalam video itu dilansir Terkini.id--jaringan Suara.com.

Ia pun memohon kepada pemerintah agar tak membiarkan anak dan istri mereka kelaparan dan menangis pilu saat anak-anak pejabat pemerintahan tertawa gembira dan terlelap tidur karena kekenyangan.

"Jangan biarkan anak-anak kami menangis pilu di saat anak-anak kalian tertawa gembira. Jangan biarkan kami kelaparan di saat kalian terlelap tidur karena kekenyangan," tuturnya.

Ia pun membeberkan sejumlah beban kehidupannya, termasuk di saat para sopir angkutan daerah harus membayar cicilan kendaraan yang sama sekali tak ditanggung pemerintah.

"Berikut kredit mobil kami tidak ditanggung oleh negara," kata sang sopir daerah.

Baca Juga: Jelang Larangan Mudik, Penumpang Bus AKAP Membludak

Sopir tersebut merasa heran, mengapa rakyat kecjl yang harus dikorbankan karena ketakutan pemerintah. Menurutnya, ia hanya takut jika anak dan istrinya di rumah mati kelaparan lantaran tak memiliki uang untuk membeli makanan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait