facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Soal Desakan Larangan Kuliner Daging Anjing, Ini Langkah Gibran

Ronald Seger Prabowo Kamis, 22 April 2021 | 07:30 WIB

Soal Desakan Larangan Kuliner Daging Anjing, Ini Langkah Gibran
Ilustrasi spanduk kuliner sate jamu di Soloraya. [Solopos.com/Youtube]

Desakan itu salah satunya datang dari Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI)

SuaraSurakarta.id - Maraknya kuliner daging anjing di Kota Solo membuat sejumlah pihak berharap Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk bergerak.

Desakan itu salah satunya datang dari Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) yang menuntut Pemkot Surakarta mengeluarkan kebijakan laragan daging anjing untuk dikonsumsi.

Lalu, apa tanggapan putra sulung Presiden Joko Widodo berkaitan dengan desakan itu?. "Saya kaji dulu," katanya di Solo, dilansir AyoSemarang.com--jaringan Suara.com, Kamis (22/4/2021).

Meski demikian, ia terbuka dengan seluruh saran yang masuk kepada dirinya. Termasuk, permintaan agar Pemkot Surakarta melarang perdagangan daging anjing seperti yang sudah dilakukan oleh sejumlah pemda lain seperti Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo.

Baca Juga: Belum Ada Perda, Pemkot Solo Tidak Bisa Menindak Perdagangan Daging Anjing

"Saran dan masukan sudah masuk semua," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertan-KPP) Kota Surakarta Aryo Widyandoko mengatakan, pemerintah terus melakukan pembinaan pada para penjual kuliner daging anjing.

Pembinaan yang diberikan meliputi tata cara penyembelihan yang tidak menyiksa pada anjing dan memastikan kesehatan anjing yang dikonsumsi, sedangkan mengenai pengawasan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perdagangan (Disdag) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Kami sering mengecek di lapangan untuk memastikan apakah makanan yang dijual benar-benar sehat atau tidak," katanya seperti dikutip Republika.

Sebelumnya, DMFI mendorong Wali Kota Surakarta untuk segera mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan hukum pelarangan perdagangan dan konsumsi daging anjing.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Kasus Covid-19 di Kota Solo Melonjak

Pada keterangan tertulisnya, National Koordinator Koalisi Dog Meat Free Indonesia Karin Franken mengatakan Solo merupakan pusat dari sejumlah besar perdagangan daging anjing.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait