alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Majikan Pukuli Karyawan Karena Berpuasa: Yang Ngasih Gaji Aku atau Tuhanmu?

Ronald Seger Prabowo Minggu, 18 April 2021 | 15:37 WIB

Majikan Pukuli Karyawan Karena Berpuasa: Yang Ngasih Gaji Aku atau Tuhanmu?
Dua karyawan yang berkerja di Bukit Tinggi, Klang, Selangor, Malaysia dipukuli majikannya karena berpuasa saat bekerja. [Ilustrasi/Shutterstock]

Total ada empat pelaku yang terindikasi melakukan penganiayaan.

SuaraSurakarta.id - Nasib tragis dialami dua karyawan yang berkerja di Bukit Tinggi, Klang, Selangor, Malaysia. Dia dipukuli majikannya karena berpuasa saat bekerja.

Dilansir Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, dua karyawan tersebut sudah bekerja selama tujuh tahun dengan bosnya tersebut.

Total ada empat pelaku yang terindikasi melakukan penganiayaan. Polisi dikabarkan sudah meringkus empat pelaku penganiayaan terhadap karyawan tersebut.

Kapolsek Dang Wangi, Mohamad Zainal Abdullah mengatakan, tersangka juga memarahi korban karena mereka berpuasa sebelum akhirnya menampar karyawan itu.

Baca Juga: Sadis! Majikan Todong Pistol ke Pembantu, Nyuruh Batalkan Puasa

“Kejadian tersebut menyebabkan korban mengalami pendarahan dan luka memar di sekujur tubuhnya sebelum berobat ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah (HTAR), Klang,” ujarnya seperti dilansir, Minggu (18/4/2021)..

Zainal menambahkan, peristiwa ini terjadi saat para korban tengah berada di rumah majikan mereka di Bukit Tinggi, Klang. Mendadak, bos mereka marah karena keduanya berpuasa hingga menodongkan senjata pada keduanya agar tidak berpuasa.

“Jangan berpuasa. Siapa yang memberimu gaji? Aku atau Tuhanmu? Apakah kamu ingin mengikuti Tuhanmu atau aku?” ucap majikan tersebut.

“Kejadian tersebut menyebabkan korban mengalami pendarahan dan luka memar di sekujur tubuhnya sebelum berobat ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah (HTAR), Klang,” imbuh Zainal.

Kekinian, para pelaku sudah ditangkap usai petugas menerima laporan

Baca Juga: Gara-gara Berpuasa, 2 Orang Satpam Dianiaya Majikan hingga Babak-belur

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait