Ia membagikan beras dan uang kepada warga yang membutuhkan. Pembagian uang dan beras waktu itu untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.
Ketika Indonesia sedang terjadi pandemi akibat Covid-19, banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Banyak masyarakat tidak bekerja karena diperhentikan, tukang becak hanya tidur setiap hari tanpa ada penumpang, padahal mereka mencari rezeki untuk keluarganya.
"Saya trenyuh melihat kondisi mereka. Saya tidak takut dengan Corona, akan saya hadapi. Saya beri bantuan beras dan uang untuk menyambung hidup mereka," katanya.
Apa yang dilakukannya selam ini merupakan kewajiban sebagai hartawan dan merasa kasihan kepada rakyat kecil.
Baca Juga:Ikut Memenangkan Gibran Jadi Wali Kota, Habib Hasan Meninggal Dunia
"Saya merasa mampu, sehingga sebagian harta saya dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan," paparnya.
Ia berharap apa yang dilakukannya selama ini bisa diikuti oleh pengusaha lainnya. Sehingga bisa membantu dan meringankan ekonomi masyarakat yang terkena dampak virus corona.
Hasan Mulachela juga seorang politikus dan memiliki karir politik yang bagus. Ia, pernah menjabat sebagai ketua DPC PPP Solo dan sebagai anggota DPRD Solo.
Hingga sekarang masih memperhatikan perpolitikan di Indonesia meski tidak aktif lagi. Tak jarang ia sering aksi seorang diri yang memprotes kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat.
Selama perjalanan politiknya, Hasan Mulachela pernah ditahan di Rumah Rutan (Rutan) kelas 1 Solo. Ia, dijatuhi vonis 1 tahun penjara untuk kasus korupsi yang dilakukan selama menjadi anggota DPRD Solo periode 1999-2004.
Baca Juga:Habib Hasan Mulachela Meninggal Dunia, Sekjen PPP Sampaikan Duka Cita
Hasan Mulachela terseret kasus dugaan korupsi APBD 2003. Ia tidak sendirian, hampir semua anggota DPRD yang terlibat.