Angka Kelahiran Turun, BPPKB Solo Targetkan 300 Wanita Lakukan MOW 2021

Meski tidak terlalu signifikan, angka kelahiran di Kota Surakarta tahun 2020 turun 103 kelahiran, dari 9.737 pada 2019 menjadi 9.634 pada 2020.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:30 WIB
Angka Kelahiran Turun, BPPKB Solo Targetkan 300 Wanita Lakukan MOW 2021
Ilustrasi. Angka kelahiran turun, BPPKB Solo targetkan 300 wanita subur lakukan MOW 2021. [Shutterstock/Gosphotodesign]

SuaraSurakarta.id - Meski tidak terlalu signifikan, angka kelahiran di Kota Surakarta tahun 2020 turun 103 kelahiran, dari 9.737 pada 2019 menjadi 9.634 pada 2020.

Ditemui SuaraSurakarta.id saat menyelenggarakan program Metode Pentranskripsi Jangka Panjang (MKJP) di Klinik Barokah Pajang Surakarta, Rabu (3/3/2021), Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPKB) Solo Purwanti mengatakan  program KB yang terus digencarkan, tidak akan berdampak pada angka kelahiran.

Pada tahun 2021 ini, Dinas Kesehatan Kota Surakarta melaluai Dinas (BPPKB) menargetkan 300 wanita melakukan Metode Operasi Wanita (MOW) 

Purwani mengatakan, MOW adalah operasi untuk mencegah kehamilan secara permanen yang ditujukan pada wanita beusia antara 35 - 40 tahun.

Baca Juga:Gegara Pandemi, Angka Kelahiran di Jepang Semakin Menurun

"Kita memang ditargetkan untuk bisa menggerakkan 300 wanita melakukan MOW. Dan ini adalah tantangan bagi kami karena ada batasan-batasan teknis medisnya," papar Purwani.

Selain memiliki usia minimal 35 - 40 tahun, para wanita yang ingin melakukan MOW atau tubektomi diwajibkan sedang tidak memiliki balita. 

Purwani menjelaskan, MOW adalah operasi menutup jalur pembuahan antara sel sperma dan sel telur. Jadi saluran yang menghantarkan sel telur ditutup.

"Kalau untuk pria kita hanya ditargetkan melakukan MOP (Metode Operasi Pria) 40 orang mengingat partisipasi pria dalam program KB sangat kurang," terang Purwanti.

Dia menambahkan jika pihaknya belum melakukan proses MOW atau MOP mengingat operari ini membutuhkan bantuan dari rumah sakit.

Baca Juga:Singapura Beri Hadiah Bagi Bayi yang Lahir Selama Pandemi Covid-19

"MOW adalah pelayanan kontrasepsi secara mantab. Jadi mereka yang mengikuti MOW sudah mantab untuk tidak akan hamil lagi," ungkapnya.

Sementara itu Kader BPPKB Purwosari Dinar Riffatin mengungkapkan jika dirinya sudah meneriman 3 pendaftar untuk melakukan MOW. Namun saat ini masih belum ditindaklanjuti oleh Dinas terkait.

"Mereka rata-rata masih berusia sekitar 35 - 40 tahun dan merasa sudah cukup karena telah memiliki 3 anak," pungkas Dinar.

Kontributor: R Augustino

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak