Satgas Covid-19: Posko PPKM Mikro Harus Bisa Hilangkan Stigmatisasi

PPKM berskala mikro kembali diperpanjang mulai Selasa (23/2/2021).

Siswanto | Stephanus Aranditio
Jum'at, 26 Februari 2021 | 16:35 WIB
Satgas Covid-19: Posko PPKM Mikro Harus Bisa Hilangkan Stigmatisasi
Ilustrasi petugas medis Covid-19. [Suara.com/Eko Faizin]

Saat ini telah tersedia manual book serta video instruksi untuk mengarahkan petugas posko dalam menggunakan fitur pelaporan posko daerah di mobile apps (aplikasi), yang bisa dioperasikan di handphone android.

Lalu, melihat hasil evaluasi kinerja posko periode 11 - 22 Februari 2021, bahwa aktivitas paling banyak dilakukan saat ini adalah edukasi dan sosialisasi 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, yang berjumlah 434.382 laporan atau 56,7 persen. Diikuti program pembagian masker dengan 143.688 laporan atau 18,73 persen, dan penegakan disiplin dengan 73.888 atau 9,61 persen.

Perkembangan selanjutnya, Satgas Covid-19 telah melakukan pelatihan kepada personil TNI/Polri dan peserta pelatihan tersebut wajib mengajarkan kepada personil posko lainnya diluar unsur TNI/Polri. Dan pelatihan 3T (testing, tracing dan treatment) sedang dilakukan secara berjenjang.

Posko sebagai representasi kolaborasi pentahelix di tingkat komunitas, diharapkan benar-benar menjalankan tugasnya, melakukan proses perencanaan, implementasi dan monitoring untuk dapat mengendalikan kasus Covid-19 dengan efektif.

Baca Juga:Bukan Cuma Fisik, Ini Pentingnya Menjaga Kesehatan Jiwa Saat Pandemi

Kedepannya, program yang dibentuk dari masyarakat dan untuk masyarakat ini diharapkan dapat berjalan dengan baik.

Karena misi ini akan sulit tercapai tanpa peran serta masyarakat. Dan masyarakat bisa membantu mensukseskan pelaksanaan posko ini dengan menerapkan protokol kesehatan secara kolektif, memanfaatkan fasilitas yang disediakan secara bertanggungjawab dan transparan melaporkan kasus baik dalam keluarga inti maupun di lingkungan sekitarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini