facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dikawal Paspampres, Interaksi Gibran dengan Masyarakat Solo Dibatasi?

Ronald Seger Prabowo Sabtu, 20 Februari 2021 | 15:01 WIB

Dikawal Paspampres, Interaksi Gibran dengan Masyarakat Solo Dibatasi?
Wali Kota Solo terpilih Gibran Rakabuming Raka menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Monumen Pers Nasional, Selasa (9/2/2021).[Suara.com/Ronald Seger Prabowo]

Gibran Rakabuming Raka tidak hanya didampingi ajudan saat nanti menjabat Wali Kota Solo, namun juga Paspampres.

SuaraSurakarta.id - Gibran Rakabuming Raka tidak hanya didampingi ajudan saat nanti menjabat Wali Kota Solo. Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres juga terus melekat di samping sosok berusia 33 tahun tersebut.

Selama ini, Paspampres memang selalu berada di sekitar putra sulung Presiden Joko Widodo saat beraktivitas. Termasuk blusukan di berbagai wilayah di Kota Solo.

Saat bertugas tim pengamanan relatif bisa membaur dengan kerumunan. Mereka biasanya mengenakan pakaian sipil seperti kaus berkerah hingga kemeja kasual.

Paspampres selalu berada dalam jarak jangkau yang “aman” dengan subjek yang mereka kawal. Hal ini untuk mengantisipasi adanya ancaman atau gangguan.

Baca Juga: Tidak Hanya Ajudan, Paspampres akan Terus Mengawal Gibran Rakabuming Raka

Kondisi itu menimbulkan sedikit pertanyaan dalam benak masyarakat berkait kemungkinan pembatasan interaksi antara Gibran dengan warga.

Dilansir Solopos.com--jaringan Suara.com, juru bicara Kancane Gibran Geess (Kagege), Imelda Yuniati, meyakini keberadaan tim Paspampres tidak akan membuat jarak antara Gibran sebagai Wali Kota dengan masyarakat Solo. Menurutnya, tetap ada ruang bagi masyarakat yang ingin berinteraksi dengan Gibran.

“Pengalaman kemarin-kemarin sebelum dan sesudah pandemi Covid-19, tim Paspampres mampu menjalankan tugas dengan baik. Memberi ruang untuk warga yang ingin berinteraksi,” ujarnya melalui pesan WhatsApp (WA), Jumat (19/2/2021).

Apalagi, menurut Imelda, selama ini Gibran menikmati interaksi dan kedekatan dengan masyarakat, utamanya saat blusukan kampung. Sebab dari interaksi itu Gibran bisa mendengar dan mendapatkan banyak aspirasi atau keluhan warga.

“Namun tantangannya memang besar. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini. Sebab Mas Gibran ini adalah magnet bagi masyarakat. Setiap kali turun ke lapangan selalu banyak warga yang ingin bertemu dan berfoto,” imbuhnya.

Baca Juga: Bakal Ditempati Gibran dan Keluarga, Rumdin Wali Kota Solo Berhantu?

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait