Konsumsi Gula Bisa Sebabkan Kanker? Ini Jawaban Ahli

Anda mungkin pernah mendengar bahwa gula menjadi penyebab kanker. Benar demikian?

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar
Jum'at, 12 Februari 2021 | 17:32 WIB
Konsumsi Gula Bisa Sebabkan Kanker? Ini Jawaban Ahli
Ilustrasi gula pasir. (Pixabay/feelphotoz)

SuaraSurakarta.id - Anda mungkin pernah mendengar bahwa gula menjadi penyebab kanker. Karena itu banyak dari kita menghindari makanan dan minuman yang mengandung gula.

Meski benar, tetapi gula tetap dibutuhkan tubuh karena gula darah berguna membentuk glukosa untuk energi sehari-hari.

Hubungan antara gula dengan kanker telah lama diperbincangkan. Namun, apakah ini berarti Anda harus berhenti makan makanan yang kaya gula? Inilah jawaban dari ahli onkologi.

Ahli onkologi Dr. Niranjan Naik mengatakan, gula berasal dari makanan yang dimakan, bukan hanya cokelat atau makanan penutup.

Baca Juga:Paling Rentan, Pasien Kanker Padat Diminta Dapat Prioritas Vaksin Covid-19

Gula juga ditemukan pada buah yang mengandung fruktosa, sayuran mengandung glukosa, susu yang mengandung laktosa, dan karbohidrat (roti, nasi, pasta).

"Jika mengikuti pembatasan diet ketat secara signifikan dapat mengurangi asupan makanan kaya nutrisi, yang telah terbukti melawan kanker seperti buah-buahan dan biji-bijian," ungkapnya melansir dari Healthshots.

Selain itu, menambahkan diet ketat sering kali dapat menyebabkan lebih banyak stres yang dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh.

Penelitian menunjukkan peningkatan risiko kanker tidak terlihat dengan asupan gula yang lebih tinggi. Namun, risiko kanker dikaitkan dengan cara tubuh yang merespons gula.

“Jika kita mengkonsumsi gula, terutama jika kita resisten terhadap insulin, ada lonjakan yang lebih besar dalam kadar gula darah. Lonjakan ini kemudian menghasilkan peningkatan pelepasan faktor pertumbuhan yang mirip insulin (IGF),” ungkapnya.

Baca Juga:Ilmuwan Israel Temukan Obat Covid-19 yang 96 Persen Efektif

Faktor ini, menurutnya, terbukti membantu pertumbuhan sel kanker. Jika kadar glukosa darah terkontrol dengan lebih baik maka lebih sedikit IGF yang dilepaskan yang kemudian menurunkan pertumbuhan kanker.

Memilih makanan juga mesti berhati-hati, dan perlu lebih bijak dalam memilih makanan. “Kita bisa memilih makanan berupa kacang-kacangan dan buah-buahan kering yang mengandung gula lebih kecil,” paparnya.

Menghindari minuman yang manis dan makanan penutup dengan kadar jumlah yang berlebihankan, dapat memastikan risiko kanker yang berkurang, seiring dengan penurunan risiko kenaikan berat badan yang dapat menimbulkan risiko lebih lanjut.

“Makanan yang mengandung gula alami dapat ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Banyaknya vitamin, mineral, antioksidan, fitokimia dan serat yang dikandungnya juga bermanfaat bagi tubuh,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak