"Buku yang ditulis Ali Shodiqin ini tidak beredar di Jateng, namun diedarkan di SDIT Bekasi," ungkapnya.
Hingga berita ini disusun, Suara.com masih mencoba menghubungi pihak terkait guna mengklarifikasi mengenai buku tersebut.
Penampakan buku dengan narasi nama Ganjar tersebut langsung viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Banyak warganet mengecam pihak penerbit agar bisa memberikan klarifikasi atas buku tersebut.
Baca Juga:Ingin Viral dengan Bakar Buku Rapor, Siswa SMA Malah Dicemooh Warganet
"Enggak layak beredar buku macam ini," tulis akun @parwatyrizky.
"Menurut saya bentuk soal penilaian sikap jelek dengan menyebut orang lain apalagi menyebut nama tokoh ini sangat tidak mendidik. Mestinya guru tidak memberikan soal penilaian sikap tapi lebih ke pembentukan sikap diri siswa," kata @gantarkasalo.
"Penanaman image jelek terhadap korban," timpal @menurutsaya2.
"Ini tendensius dan meracuni anak-anak," imbuh @lucukami.
Baca Juga:Kini Memilah Buku Tak Memakan Waktu Berkat Perpustakaan Digital