"Malingnya sembunyi di antara dua tembok begitu. Ada celah kecil. Itu di bawah pohon jambu. Tak suruh keluar tapi tidak mau. Katanya takut massa. Saya berusaha membujuk bahwa dia tidak akan dihajar massa. Begitu dia keluar, ternyata bawa celurit. Saya minta menyerahkan celurit, tidak mau," tutur Suparjono saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.
Maling di Tasikmadu Dikepung Massa
Menurut Suparjono, pelaku berusaha naik dari tempat persembunyian. Nahas, massa datang dan menyemut. Pelaku ketakutan dan masuk ke kali. Di sisi lain, perwira Polres Karanganyar, Kanit Reg Ident Satlantas Polres Karanganyar, Ipda Dian Wulandari, melintas. Dian dalam perjalanan pulang ke rumah dari arah Karanganyar ke Solo. Saat itu pukul 17.10 WIB.
"Sampai depan SPBU Papahan itu, ada orang lari-lari. Ada yang bawa celurit juga. Saya kan mau tahu ada apa. Saya berhenti lalu saya tanya ada maling. Otomatis saya hubungi markas [Polres Karanganyar] untuk meminta bantuan. Datang bantuan banyak termasuk dari polsek terdekat [Polsek Tasikmadu]," ungkapnya.
Dian memastikan massa belum sempat mengeroyok pelaku. Dia berupaya membujuk pelaku agar menyerahkan diri dan menjamin tidak akan dihajar massa.
Baca Juga:Viral Maling Seret Anjing Curian di Curug Tangerang, Begini Kronologisnya
"Pelaku sempat membuang celurit ke kali. Tetapi berhasil ditemukan. Pelaku mau menyerahkan diri karena kami pastikan aman dari amuk massa. Dia sempat menyampaikan takut dihajar massa makanya sembunyi," tutur dia.
Saat ini, pelaku berada di Mapolsek Tasikmadu untuk dimintai keterangan. Polisi mengamankan barang bukti berupa celurit dan televisi hasil curian.