Cerita Pllu Pemandu Karaoke Pontang-panting Akibat Terdampak PSBB

Ada lebih dari 350 pemandu lagu di Kota Solo yang terdampak penutupan tempat karaoke.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 24 Januari 2021 | 09:34 WIB
Cerita Pllu Pemandu Karaoke Pontang-panting Akibat Terdampak PSBB
Ilustrasi para pemandu karaoke.

SuaraSurakarta.id - Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) atau PSBB Jawa-Bali mulai 11 Januari 2021 di Solo Raya menimbulkan pro dan kontra.

Banyak yang mendukung. Namun tak sedikit pula menolak mengingat dampak besar yang dirasakan di berbagai sektor.

Salah satu yang merasakan dampak PPKM adalah para pemandu karaoke atau ladies escort (LC). Seperti di Kota Solo dimana tempat malam harus tutup selama masa PPKM dari 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021.

Mawar, salah satu LC di sebuah karaoke di Kota Solo mengaku terpaksa pulang ke kampung halaman di Bandung karena tak ada pekerjaan lain.

Baca Juga:Anggota Komisi IX DPR Ini Minta Pemerintah Terapkan PSBB Total

"Sementara pulang ke Bandung dulu mas. Daripada terus di Solo tidak ada pemasukan malah nombok," ungkap dia kepada SuaraSurakarta.id, Minggu (24/1/2021).

"Ya pontang-panting sekarang mas. Hanya mengandalkan tabungan saja untuk keperluan sehari-hari," tambah dia.

Hal senada juga diungkapkan LC lainnya, Via. Perempuan asal Malang itu mengaku bingung bagaimana harus memberikan kiriman uang untuk kedua anaknya.

"Anak saya memang tinggal bareng orang tua. Tapi biasanya saya kirim uang untuk keperluan harian. Sekarang sementara nganggur ya bingung," tuturnya.

Sementara dilansir dari Solopos.com, ada lebih dari 350 pemandu lagu di Kota Bengawan yang terdampak penutupan tempat karaoke.

Baca Juga:Anggap PPKM Tak Efektif Tekan Kasus Corona, Anggota DPR Minta Lockdown

Sebab ada sekitar 13 tempat karaoke yang menyediakan pemandu karaoke di Solo. Bila jumlah pemandu karaoke di masing-masing tempat karaoke ada 25-30 orang, berarti jumlah total LC Solo mencapai 325 orang hingga 390 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Tanah Air.

Para LC dan pekerja sektor hiburan Kota Solo yang terdampak PPKM itu tak hanya dari wilayah Soloraya atau Jawa Tengah (Jateng).

Pendapatan mereka berdasarkan durasi jam memandu lagu untuk tamu. Pendapatan dari layanan itu terbagi antara manajemen dengan LC.

Artinya mereka hanya mendapat penghasilan ketika mereka mendapat order memandu lagu untuk tamu karaoke. Pengurus Paguyuban Pelaku Hiburan Indonesia Solo, Roy Triyana, mengakui salah satu yang terdampak kebijakan PPKM yaitu para pemandu lagu.

Mereka terpaksa bertahan hidup memakai uang tabungan. Namun bila kebijakan PPKM berlanjut dengan larangan buka bagi tempat hiburan, Roy tak tahu sampai kapan mereka bertahan.

"Banyak anak-anak nganggur. Beberapa dari mereka jual barang untuk makan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak